UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Banyak Kasus Dokter Cabul, DPR Minta FK di Universitas Gelar Tes Kejiwaan

BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyarankan agar adanya tes kejiwaan yang dilakukan bagi seluruh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Hal ini ia sampaikan menanggapi maraknya kasus dokter cabul di Indonesia belakangan ini.

“Saya menyarankan semua Fakultas Kedokteran melakukan tes kejiwaan bagi peserta PPDS, mengingat banyaknya kasus yang melibatkan PPDS. Saya mendapat info FK tidak berkenan melakukan tes kejiwaan tersebut dengan berbagai alasan,” kata Yahya kepada wartawan, Sabtu (19/4/2025).

Lebih lanjut, Ia juga menilai perlu adanya pengawasan yang ketat dari Fakultas Kesehatan di Universitas dan pihak Rumah Sakit tempat para peserta PPDS melakukan praktiknya.

Berita Lainnya:
Susi Pudjiastuti Sepakat 80 Persen Pejabat RI Punya Mental Nyolong

Menurut Yahya, masalah psikis bisa jadi faktor adanya peserta PPDS yang seperti itu. “Masalah psikis bisa juga terjadi karena beban pekerjaan yang berat, untuk itu beban kerja PPDS perlu dikurangi supaya mereka terhindar dari tekanan,” ujarnya.

Selain itu, Politisi dari Golkar tersebut berharap pemerintah seperti Kementerian Kesehatan dan Kemendikti Saintek perlu melakukan pembinaan terhadap FK Universitas dan juga Rumah Sakit.

Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan dengan tersebar video hasil rekaman CCTV terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter kandungan di salah satu klinik di wilayah Garut.

Berita Lainnya:
Jokowi Pengecut Tak Maafkan Roy Suryo Cs

Video tersebut tersebar di sejumlah akun media sosial, maupun di grup WhatsApp yang menayangkan seorang dokter sedang memeriksa pasien dengan metode Ultrasonografi (USG).

Video tersebut tidak cukup jelas terkait dugaan arah pelecehannya, hanya menayangkan adanya pergerakan tangan dokter layaknya memeriksa pasien kandungan di area mendekati payudara pasien.

Beberapa hari sebelumnya, publik juga dibuat geleng-geleng kepala ulah kasus kekerasan seksual yang dilakukan dokter cabul Priguna Anugerah Pratama (31 tahun), tenaga medis residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Padjadjaran di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website