BANDA ACEH – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar, Muwardi menyebutkan hasil hearing dengan Komisi IV DPRK Aceh Besar, Pemkab Aceh Besar melalui DLH akan melaksanakan beberapa program prioritas terkait kebersihan lingkungan.
Menurut Muwardi, program unggulan pertama yakni, DLH akan membuat master plan persampahan di Aceh Besar. Ia mengatakan, master plan tersebut akan menjadi acuan kerja bagi DLH Aceh Besar untuk menangani kebersihan lingkungan.
“Jadi, kami akan bahas secara internal dulu untuk menyusun draft master plan tersebut. Nantinya master plan itu akan kami sampaikan pada Bupati Aceh Besar dan DPRK Aceh Besar sebagai bentuk acuan baik secara anggaran maupun pelaksanaan,” kata Muwardi usai rapat hearing di Kota Jantho, Senin (21/4/2025).
Selain itu, Pemkab Aceh Besar akan melaksanakan road map persampahan di Aceh Besar, hal tersebut sebagai upaya melaksanakan program kebersihan secara intensif untuk menjaga kebersihan kota.
“Nah, road map ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan. Apalagi daerah kita ini sebagai pintu gerbang dan Kabupaten penyangga Ibu Kota Provinsi Aceh. Jadi, menjaga kebersihan itu juga menjaga wajah Aceh Besar kepada masyarakat luar,” terangnya.
Program lainnya, yakni perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). TPS 3R merupakan fasilitas lokal yang dirancang untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.
“Tujuan utama TPS3R adalah untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan memaksimalkan potensi sampah yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar, Mulyadi menambahkan, hearing bersama Komisi IV DPRK Aceh Besar itu juga membahas tentang TPA Bukit Meusara di Kota Jantho.
“Kita akan manfaatkan TPA yang sudah ada di Jantho ini sebagai tempat pembuangan akhir sampah masyarakat, jadi, akses mobil yang menangani sampah di wilayah empat kecamatan meliputi, Seulimuem, Lembah Seulawah, Jantho dan Kuta Cot Glie terakomodir dengan baik,” kata Mulyadi.
Dengan program tersebut, harapannya persoalan sampah di Aceh Besar bisa teratasi dengan baik.
“Mudah-mudahan dengan hearing ini persoalan sampah di Aceh Besar tuntas, mengingat luas wilayah Aceh Besar, secara tidak langsung persoalan sampah akan menjadi tantangan besar untuk mewujudkan daerah yang bersih,” pungkas Mulyadi. []































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler