BANDA ACEH -Setelah 12 hari konflik yang menewaskan puluhan warga Israel dan ratusan orang di Iran, gencatan senjata antara Israel dan Iran akhirnya mulai berlaku pada Rabu, 25 Juni 2025 waktu setempat.
Namun, di balik harapan akan meredanya ketegangan, muncul kekhawatiran baru terkait ancaman nuklir yang semakin mencuat dari pihak Iran.
Gencatan senjata ini dimediasi oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, yang bahkan secara pribadi ikut campur pada hari Selasa, 24 Juni 2025 ketika kesepakatan sempat nyaris gagal sebelum diberlakukan.
Penerapan gencatan senjata membuat Komando Front Dalam Negeri Israel mencabut seluruh pembatasan pergerakan, serta membuka kembali Bandara Internasional Ben Gurion untuk penerbangan komersial.
Kehidupan perlahan kembali normal. Toko dan restoran buka, warga Israel kembali memadati pantai-pantai Tel Aviv, yang sebelumnya kosong akibat serangan rudal Iran dan serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran.
Kedua pihak mengklaim kemenangan. Seorang juru bicara militer Israel menyatakan bahwa serangan terhadap Iran telah membuat program nuklir mereka mundur bertahun-tahun.
Sementara Presiden Trump mengatakan di sela pertemuan puncak NATO di Belanda bahwa pekerjaan pengayaan Iran ditunda pada dasarnya puluhan tahun.
Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan laporan intelijen militer AS yang bersifat rahasia. Menurut tiga sumber yang dikutip CBS News, kemampuan nuklir Iran hanya terhambat selama beberapa bulan dan tidak sepenuhnya dihancurkan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi militer sebagai pencapaian strategis besar.
“Kami telah menghilangkan ancaman pemusnahan oleh senjata nuklir,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video. Meski begitu, ia tidak merinci dampak spesifik terhadap program nuklir Iran.
Presiden Trump pun menyampaikan pernyataan keras lainnya.
“Iran tidak akan memiliki bom, dan mereka tidak akan memperkaya,” tegasnya.
Sementara itu, Iran mempromosikan serangan balasannya, termasuk terhadap Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang dihuni ribuan tentara AS, sebagai bentuk kemenangan meskipun seluruh rudal mereka gagal mencapai sasaran.
Lebih mengkhawatirkan lagi, parlemen Iran memutuskan untuk mempercepat pengesahan proposal yang menghentikan seluruh kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menyusul kecaman badan itu terhadap kurangnya transparansi Iran dalam program nuklirnya.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengecam IAEA karena menolak untuk berpura-pura mengutuk serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler