ADVERTISMENT
BISNISEKONOMI

DPMPTSP Aceh dan Bank Indonesia Dorong Akselerasi Proyek Strategis Melalui Capacity Building dan Debottlenecking Menuju AGASID 2025

BANDA ACEH – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh menyelenggarakan rangkaian kegiatan menuju “Aceh Global Sustainable Investment Dialogue” atau Road to AGASID 2025.

Sebuah forum dialog investasi dan media promosi proyek-proyek investasi strategis Aceh yang mempertemukan antara pemilik proyek dengan calon investor potensial, baik lokal, nasional, maupun internasional yang akan digelar pada bulan November 2025 mendatang.

Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari Capacity Building Bootcamp on Feasibility Study Report tanggal 23 s.d 24 Juni 2025 di The Pade Hotel, Banda Aceh dan FGD Debottlenecking of Aceh’s Strategic Investment Project tanggal 26 Juni 2025 di Mata Ie Hotel, Kota Sabang.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Aceh, Agus Chusaini saat membuka acara tersebut menyatakan bahwa kedua kegiatan ini diharapkan akan berdampak positif, tidak hanya dalam mendukung peningkatan kapasitas pemilik proyek, tapi pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi.

Berita Lainnya:
Imbas Perang Iran, Lemahnya Rupiah dan Naiknya Minyak Bisa Picu Kenaikan Harga Barang di Indonesia

“Penyelenggaraan kegiatan Road to AGASID 2025 yang didukung dengan kapasitas personil yang mumpuni dalam melahirkan dokumen proyek investasi strategis yang feasible dan akuntabel diharapkan akan menjadi sebah katalis dalam usaha untuk menarik investor dan mengakselerasi realisasi investasi di Aceh, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan,” sebut Agus Chusaini.

Kegiatan Capacity Building Bootcamp on Feasibility Study Report melalui pelibatan delapan kabupaten/kota terpilih, seperti Banda Aceh, Sabang, Langsa, Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah dan Bener Meriah

Berita Lainnya:
Menkeu Purbaya: Boro-boro Krisis, Resesi Saja Belum!

Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas personil DPMPTSP dan BAPPEDA dalam menyusun FS, tidak hanya untuk memenuhi aspek finansial atau feasibility analisis dan sosial, tapi juga lingkungan.

Plh. Kepala DPMPTSP Aceh, Rahmadhani, M.Bus yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya proyek-proyek strategis Aceh yang memenuhi aspek finansial, sosial dan lingkungan yang terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Persaingan antar daerah dalam menarik investasi semakin ketat, dan investor semakin selektif dalam memilih lokasi dan proyek yang strategis dan menguntungkan. Oleh karena itu, keberadaan dokumen Feasibility Study atau FS yang layak, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan harapan investor menjadi sangat krusial untuk dimiliki oleh pemilik proyek,” ujar Rahmadhani.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya