NASIONAL
NASIONAL

Beathor Suryadi: Sebagai alumni UGM Jokowi tak tak pernah bikin reuni ketemu kawan-kawannya

BANDA ACEH – Ketua Umum Jaringan Aktivis Prodem, Beathor Suryadi menyebutkan, tak tahu soal pembuatan ijazah Presiden ke 7 RI, Joko Widodo di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Pasalnya, dokumen kelengkapan Jokowi sejatinya diurus oleh Eks Tim Jokowi dari Solo, Widodo.”Dia yang paham karena dia (Deni Iskandar) yang sering ke sana, nah pada waktu saya kejar, kau ikut gak waktu ke Pramuka, oh itu cuman Widodo kata dia. Semua dokumen, semua dokumen yang kurang, yang tahu pak Widodo,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara bertema Ijazah dan Tudingan Mengkriminalkan Jokowi, Ekskusif Kesaksian Eks Tim Jokowi-Solo di Channel Youtube Official iNews, Selasa (1/7/2025).

Awalnya, Beathor mengatakan, dia bersama Widodo sama-sama menjadi barisan Jokowi dahulu, yang mana dia sampai saya masuk di KSP dan masih berjuang tuk Jokowi. Namun, dalam perjalanannya, ada yang berubah dari Jokowi sekitar tahun 2015, 2016, 2017 ketika Jokowi sudah melepaskan nawacita dan mereshuffle orang-orang baik, orang-orang yang pro rakyat.

“Ada Andri Nauf, ada Yudi Krisnandi segala macam, itu kepentingannya Jokowi, kita tak bisa bahas apa keperluannya. Nah saya melihat karena saya di dalam melihatnya seperti itu, ada apa kok pecah kongsi dengan partai kami,” tuturnya.

“Saya sebelum bahas ini mau ceritakan dahulu ke depannya, saya kan baru dapat informasi dari mas Eko Sulistyo Ketua Deputi saya, dia tim Solo termasuk pak Widodo. Dalam penjelasannya mas Eko bahwa pada 2005 Jokowi itu pakai 2, Doktorandus dan Insinyur, yang problem bagi kita yang Doktorandus dari kampus mana, yang Insinyur dari kampus mana sehingga itu berjalan sampai detik ini. Itu kalau kita mau melihat,” jelas Beathor lagi.

Dia mengungkap, di tahun 2005 silam, Jokowi memiliki 2 gelar, yakni Doktorandus dan Insinyur, yang mana membuat timnya memiliki kebimbangan dalam memutuskan gelarnya untuk bisa digunakan di Pilkada Solo. Dia lantas membahas tentang Jokowi yang tak pernah datang ke UGM pasca menjadi alumni dan bertemu teman-temannya.

“Kami jadi bimbang yah selama 1985 sampai 2005 itu ada sekitar 20 tahun. Sebagai alumni UGM Jokowi tak pernah datang ke kampus, ketemu kawan-kawannya dan sebagainya. Gak ada kita dapat info bahwa dia ke UGM,” bebernya.

“Pada waktu dia menjadi Walikota, 10 tahun, dia tak pernah bikin reuni di Solo mengundang teman-temannya. Padahal anak Solo yang alumninya UGM cukup banyak. Nah dia  membangga-banggakan, di gambarnya, di fotonya bahwa dia adalah Mapala. Tapi setelah dia jadi Walikota itu, tak ada undangan tuk Mapala itu,” ungkapnya lagi.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya