ACEH
ACEH

Syech Muharram Sambut Baik dan Dukung Program P4GN BNN RI di Aceh Besar

BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris menyatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut baik dan akan mendukung pelaksanaan program Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) khususnya Alternatif developmet pada kawasan rawan tanam terlarang di kawasan Kecamatan Suka Makmur menjadi kawasan legal produktif dan mandiri yang di laksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).

“Jadi, kami menyambut baik dan mendukung program ini, karena di Aceh Besar ini masih banyak lahan yang terbengkalai. Karena sangat disayangkan, memiliki lahan yang begitu luas, namun tidak produktif. Alhamdulillah, dengan hadirnya program ini, bisa mengubah lahan yang dulu terbengkalai menjadi produktif melalui pembinaan serta pengembangan potensi petani oleh BNN,” ujarnya saat menghadiri rapat kerja sinergi program stakeholder pada kawasan tanaman terlarang di Kabupaten Aceh Besar yang diselenggarakan oleh BNN RI melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (16/7/2025).

Pada kesempatan tersebut, Syech Muharram juga menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pihak BNN RI dan BNN Aceh yang telah mengarahkan ataupun mengalih program tanam jagung yang awal dibawakan ke Kabupaten bener meriah.

“Alhamdulillah, dengan kebijakan dan kebaikan para Kepala BNN RI, sehingga program tersebut bisa diarahkan ke Kabupaten Aceh Besar dengan luas lahan 400 Hektar untuk penanaman jagung,” ujarnya.

Muharram menyebutkan, apabila lahan yang tidur atau terbengkalai tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, mungkin akan mampu menanggulangi angka pengangguran di Aceh Besar.

“Bila itu bisa kita manfaatkan. Insyaalah, angka pengangguran di Aceh Besar otomatis akan berkurang,” sebutnya.

Untuk saat ini, dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sangat berkomitmen untuk mencapai swasembada pangan. Karena sekarang Pemkab Aceh Besar sedang mengupayakan tanam padi dalam satu tahun dua kali.

“Karena selama ini panen di Aceh Besar, sebagian petani ada yang 2 kali panen dan sebagian 1 kali panen, itupun tadah hujan. Maka, kami sedang mengupayakan, supaya petani di Aceh Besar bisa melakukan panen dalam 1 tahun 2 kali dan kami akan terus melakukan pemerataan pengaliran air untuk petani,” pintanya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Brigjen Edi Swasono, mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia menjadi perhatian serius Pemerintah.

“Karena, hasil data sesuai pengukuran yang dilaksanakan oleh BNN dan BRIN tahun 2023, menunjukkan bahwa angka prevalensi setahun terakhir sebesar 1,73%, dapat dimaknai bahwa setiap 10,000 penduduk indonesia berusia 15-64 tahun terdapat pernah menyalahgunakan narkoba,” pintanya.

1 2

Reaksi

Berita Lainnya