BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih pada Senin (21/7/2025).
Acara peluncuran kelembagaan 80.081 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Prabowo tersebut diselenggarakan kemarin di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Peresmian Kopdes Merah Putih ini juga diikuti oleh 38 gubernur, 514 bupati dan wali kota beserta para kepala desa (Kades).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi hadir langsung di lokasi peresmian, sedangkan 37 gubernur lainnya mengikuti acara secara virtual di daerah masing-masing.
Salah satu pemimpin daerah yang hadir secara virtual adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Di Jawa Barat, acara peresmian Kopdes Merah Putih pada Senin kemarin, digelar di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Melalui sambungan Teleconference dari Desa Hambalang, Dedi Mulyadi melapor kepada Prabowo yang berada di Klaten, bahwa Jawa Barat memiliki 5957 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 54 juta jiwa.
Menurut Dedi Mulyadi, semuanya desa/kelurahan sudah terdapat koperasi yang mana seluruh pembiayaannya sudah lunas berkat kerja sama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan harapan warganya terhadap koperasi terobosan Presiden Prabowo yang diklaim sebagai wujud gerakan ekonomi rakyat berbasis desa ini.
“Di Desa Hambalang ini, paling utama tadi saya mendapat respons dari masyarakat, yang pertama adalah ada kepastian harga LPG, yang kedua ada kepastian harga pupuk, ketiga ada kepastian harga minyak goreng, beras, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya, serta akses untuk mendapat layanan kesehatan dokter umum di klinik,” ujar Dedi Mulyadi di Desa Hambalang, Senin, dikutip dari YouTube KompasTV.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ada dokter spesialis. Itu relatif sudah tersedia dengan baik,” sambungnya.
Baca juga: Resmi Diluncurkan Prabowo, Ahmad Najib: Kopdes Merah Putih Jawaban Atas Tantangan Rantai Pasok
Disebutkan Dedi Mulyadi, Desa Hambalang bukan merupakan daerah penghasil beras, melainkan singkong.
Dedi Mulyadi juga berkelakar soal singkatan KDMP yang mirip dengan inisial namanya.
Sebagaimana diketahui, sapaan akrab pria yang sering mengenakan Totopong atau Iket Sunda di kepalanya itu adalah Kang Dedi Mulyadi dan sering disingkat menjadi KDM.
Dengan percaya dirinya, Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa istilah KDM yang merupakan bagian dari identitas dirinya sudah terkenal di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi lantas berterima kasih karena kebetulan singkatan KDMP mirip dengan nama panggilannya.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler