BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dengan menggelar Operasi Pasar Khusus Beras.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa (29/7) hingga Rabu (30/7), di dua lokasi strategis, yakni Kecamatan Ingin Jaya dan Kecamatan Kuta Baro.
Operasi pasar ini merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh yang berkolaborasi dengan Diskopukmdag Aceh Besar dan Perum Bulog Kanwil Aceh. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi langsung terhadap lonjakan harga beras yang akhir-akhir ini semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Sulaimi, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi cepat atas persoalan harga beras yang tidak stabil.
“Lonjakan harga beras belakangan ini tidak bisa kita biarkan berlangsung lama tanpa ada tindakan. Karena itu, operasi pasar ini hadir sebagai solusi darurat sekaligus bagian dari tanggung jawab kami dalam melindungi daya beli masyarakat,” ungkap Sulaimi.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Aceh Besar menyediakan 4,9 ton beras premium yang dijual dengan harga terjangkau melalui subsidi pemerintah. Dua varian kemasan disediakan, yakni 5 kilogram seharga Rp 56.000 dan 10 kilogram seharga Rp 112.000, jauh di bawah harga pasaran saat ini.
“Harga yang kami tetapkan sudah disubsidi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar distribusi beras, tapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah,” tambah Sulaimi.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak bersifat seremonial belaka, tetapi merupakan salah satu bentuk konkret sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam merespons dinamika ekonomi masyarakat secara cepat.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa dibiarkan menghadapi tekanan harga sendiri. Pemerintah hadir, dan kami ingin menunjukkan itu melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” katanya.
Menurutnya, operasi pasar tidak hanya berfungsi untuk menjual beras murah, namun juga sebagai indikator awal bahwa pemerintah siap mengambil tindakan lanjutan jika situasi harga komoditi semakin memburuk. Ia menekankan, Pemkab Aceh Besar akan terus memantau pergerakan harga dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.
“Kalau dalam seminggu ke depan harga masih terus naik, tentu kami akan pertimbangkan langkah lanjutan. Bisa saja diperluas cakupan wilayahnya atau dilakukan lebih sering,” ujar Sulaimi.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler