ISLAM
ISLAM

Takwa dan Kejujuran Kunci Keselamatan

ACEH BESAR – Mengawali khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan memiliki sikap jujur dalam kehidupan. Selanjutnya meningkat rasa syukur atas segala nikmat yang telah diperoleh dalam setiap detik waktu yang dilalui.

Demikian inti khutbah jumat yang disampaikan oleh Tgk Fitra Rahmadhani, LC.,M.A, Jumat (1/8/2025). Ia sampaikan hal itu di hadapan jamaah Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Menekankan pentingnya ketakwaan kepada Allah dan kejujuran.

Khatib membacakan firman Allah SWT yang termaktub pada surat at Taubah ayat 119, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar,”

Telah banyak ulama, guru, dan penceramah yang menjelaskan makna takwa. Namun, kata Tgk Fitrah Rahmadhani, substansi takwa itu adalah mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang semata-mata karena Allah SWT.

Tgk Fitra Rahmadhani juga menjelaskan arti takwa berdasarkan riwayat Imam Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata:

“Sesungguhnya takwa itu adalah: Al-Khaufu minal-Jalil, merasa takut kepada Allah SWT yang mempunyai sifat Maha Agung. Kemudian al-‘Amalu bi At-Tanzil, beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT. Al-Qana’atu awir-Ridha bil-Qalil, merasa cukup dan ridha dengan pemberian Allah SWT, meskipun hanya sedikit. Dan al-Isti`dadu li Yaumir-Rahil, yaitu senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah,” terangnya.

Lalu pesan kedua dari ayat tersebut adalah senantiasa kita bersama dengan orang yang benar yakni jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan. “Jujur akan selamat,” tambahnya.

Tgk Fitra Rahmadhani lantas menceritakan sebuah kisah yang sangat inspiratif dari Syekh Ali al-Khawwas. Ia seorang wali, merupakan guru dari Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani. Syekh Ali al-Khawwas merupakan seorang ulama besar yang tak bisa baca-tulis.

Berita Lainnya:
Negara-Negara Muslim Mulai Puasa Ramadan 19 Februari termasuk di Arab dan Asia Tenggara

Dalam kehidupan sehari-hari, Syekh Ali al-Khawwash melakukan pekerjaan kasar atau merajut keranjang untuk memenuhi kebutuhannya. Namun ia orang yang suka menolong orang lain.

“Syekh Ali al-Khawwash pernah berkata: Apa yang ada di dalam hati seseorang itu akan tampak melalui wajahnya. Apa yang ada dalam nafsu seseorang itu akan tampak melalui pakaiannya. Apa yang ada dalam akal seseorang itu akan tampak melalui pandangannya. Apa yang ada dalam sirr seseorang, itu akan tampak melalui ucapannya. Apa yang ada dalam ruh seseorang akan tampak melalui adabnya. Dan apa yang ada dalam seluruh bentuk badan itu akan tampak melalui tingkah lakunya.” ujar Tgk Fitra Rahmadhani.

Syekh Ali al-Khawwash adalah seorang ulama besar dan wali Allah yang hidup pada abad ke-10 Hijriah. Beliau terkenal karena kewaliannya, karomahnya, dan keilmuan yang mendalam. Salah satu kisah yang masyhur tentang beliau adalah ketika beliau menyelamatkan seorang pria yang sedang dikejar oleh sekelompok orang.

Pada suatu hari, Syekh Ali al-Khawwash sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Tiba-tiba, seorang pria lari terbirit-birit dan meminta perlindungan kepada beliau. Pria itu tampak ketakutan dan terengah-engah. Di belakangnya, sekelompok orang mengejar sambil membawa senjata.

Syekh Ali al-Khawwash meminta pria itu untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah pria itu masuk, beliau menutup pintu dan berdiri di depannya. Tidak lama kemudian, sekelompok orang yang mengejar pria itu sampai di depan rumah Syekh Ali al-Khowas.

Berita Lainnya:
Menata Hati, Pikiran dan Perilaku Melalui Puasa Ramadan

Mereka bertanya kepada beliau, “Wahai Syekh, apakah Anda melihat seorang pria masuk ke dalam rumah Anda?” Syekh Ali al-Khawwash menjawab, “Ya, saya melihat seorang pria masuk ke dalam rumah saya.”

Mereka terkejut dan bertanya lagi, “Di mana pria itu sekarang?” Syekh Ali al-Khawwash menjawab, “Pria itu sudah keluar dari rumah saya.”

Mereka bingung dan tidak percaya. Mereka bersikeras bahwa pria itu masih ada di dalam rumah Syekh Ali al-Khawwash. Namun, Syekh Ali al-Khawwash tetap pada jawabannya.

Melihat Syekh Ali al-Khawwash yang begitu tenang dan yakin, sekelompok orang itu akhirnya menyerah dan pergi. Mereka percaya bahwa Syekh Ali al-Khawwash tidak berbohong.

Setelah sekelompok orang itu pergi, Syekh Ali al-Khawwash membuka pintu dan menyuruh pria itu keluar. Pria itu sangat berterima kasih kepada beliau karena telah menyelamatkannya dari bahaya. Syekh Ali al-Khawwash telah mengajarkan kepada kita untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran.

Begitulah, kejujuran akan membawa keselamatan. Maka, mengikuti jejak kejujuran berarti kita selalu membersamai Baginda Rasulullah Saw. Beliau adalah sosok yang patut kita teladani dalam ketakwaan dan kejujuran.

Selain itu, ketika kita selalu berada bersama orang-orang yang benar/jujur, kita pun akan mudah menyerap segala kebaikan melalui sikap, perilaku, cara mereka bicara, adabnya, dan segala hal yang kerap kita lihat secara langsung dalam lingkungan tersebut.

“Dengan membersamai orang-orang yang jujur dan benar, kita akan mudah menyerap kebaikan mereka, baik melalui sikap, perilaku, maupun tutur kata. Takwa dan kejujuran adalah fondasi untuk kehidupan yang penuh berkah dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkas Tgk Fitra Rahmadhani.

image_print
author avatar
Hamdani Researcher
Executive Writer di Harian Aceh Indonesia | Researcher
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Meugang yang Basah
A

Redaksi

17 Feb 2026

Buku ( Tak) Terlarang
A

Dr Mohd Abbas Abdul Razak

17 Feb 2026

Awakening the Soul in Ramadhan

Reaksi

Berita Lainnya