Momentum ini harus dijadikan alarm bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk lebih kritis terhadap arah pendidikan nasional. Jangan sampai jargon “cinta” menjadi selimut yang menutupi agenda deradikalisasi dan westernisasi generasi.
Kebangkitan umat dimulai dari pendidikan yang benar. Dan pendidikan yang benar adalah yang membentuk generasi mukmin, berilmu, berani, dan taat kepada Allah secara totalitas.
Allah berjanji : “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi…” (QS An-Nur: 55)
Janji ini hanya akan terwujud jika pendidikan diarahkan untuk membangun generasi pejuang Islam, bukan generasi yang tercerabut dari akar agamanya. Saatnya kita kembali kepada kurikulum Islam berbasis akidah, demi menyelamatkan masa depan umat dari jebakan “cinta” yang menyesatkan.
Wallahu’alam bish shawab.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…