OPINI
OPINI

Noel, Kutukan IEG (Intrik Ekstrem dalam Gelap)

Dan di atas bukit, di mana angin selalu berhembus dengan bebas, mereka duduk berpelukan: menangis dan menangis untuk anak yang tak akan pernah lagi melihat senja, untuk cinta yang harus dikubur demi sebuah tanggung jawab yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.

Mereka adalah Musa dan Khidir di zaman yang kelam, memilih untuk dilaknat sebagai orang tua yang kejam demi dicintai sebagai warga negara yang bijak. 

Dan dalam kesunyian itu, mereka mendengar sebuah bisikan, mungkin dari angin atau dari langit, “Yang terpaksa kalian lakukan hari ini, adalah cinta yang paling menyakitkan dan paling suci.” 

Sepasang kekasih ini makin terhempas dalam tangis tak berujung seraya berkata, “Wahai putra kami Noel. Demi kemaslahatan bangsa, lebih baik kau tak pernah dilahirkan.”

(Penulis adalah wartawan senior)

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya