JAKARTA – Gedung DPR RI di Senayan kembali gegap gempita. Bukan karena lahirnya undang-undang yang membela rakyat, melainkan karena ribuan mahasiswa dan kaum buruh memenuhi halaman gedung itu. Mereka datang dengan teriakan lantang: “Bubarkan DPR!”
Ironis? Tidak juga. Sebab sebenarnya rakyat hanya sedang memenuhi undangan tak tertulis dari para “wakil rakyat”. Undangan yang sudah lama dipancarkan lewat gaya hidup mewah, gaji selangit, tunjangan tak habis-habis, serta minimnya prestasi yang bisa dibanggakan. Kalau DPR hanya sibuk bersandiwara politik sambil berpesta di kursi empuknya, bukankah rakyat memang sudah selayaknya datang sebagai “tamu undangan”?
Di luar sana, jutaan orang tercekik pajak, terhimpit biaya hidup, dan kehilangan lapangan pekerjaan. Mahasiswa tak yakin masa depannya, buruh makin ditindih kebijakan yang merugikan. Tapi di dalam gedung Senayan, para “yang terhormat” tetap menari—menari di atas penderitaan rakyat.
Maka kedatangan mahasiswa dan buruh kali ini bukan sekadar protes. Itu adalah pesta tandingan. Kalau DPR begitu lihai bergoyang dengan uang rakyat, rakyat pun menjawab dengan joget perlawanan. Bedanya, joget di jalan ini diiringi teriakan getir: “Kami muak! Bubarkan DPR!”
Jadi, wahai Dewan yang katanya terhormat, jangan kaget bila halaman gedung Anda berubah jadi panggung rakyat. Jangan heran bila tuntutan pembubaran terdengar makin nyaring. Itu bukan sekadar amarah. Itu cara rakyat berkata:
“Kami sudah hadir memenuhi undangan Anda. Mari joget terus, sampai kursi empuk itu benar-benar kosong.”































































































PALING DIKOMENTARI
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Buni Yani: Gugatan Ijazah SMA…
KOMENTAR
Semoga tidak ada kaitannya dengan Bobby Nasution
Innalillahi wainna ilaihi raji'un.. semoga kehadiran negara dalam bencana bisa…
In sya Allah, tetap rakyat yang akan menanggung nya. Hahahaha...
Kita do'akan semoga kejaksaan bisa menangkap Buronan satu ini.
Hahaha. tingkat khayalan NASA merusak akal sehat umat manusia. NASA…