Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan ilmu sebagai jalan untuk kebaikan. Prof. Syahrizal mengutip hadis Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Menurutnya, seorang akademisi tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mengimplementasikan ilmunya untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan amanah sebagai khalifah di bumi.
Khutbah ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika USK untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara intelektual, moral, maupun spiritual. Prof. Syahrizal menekankan bahwa kecerdasan yang tidak disertai pengamalan kebaikan akan kehilangan nilai, sedangkan ilmu yang diiringi perbuatan baik akan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi orang banyak.
Jamaah yang hadir terlihat antusias, sekaligus merenungkan bagaimana menjadi insan yang bermanfaat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bagian dari peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…