SURABAYA – Ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan dari berbagai daerah berkumpul dalam Rembuk Nelayan 2025 yang digelar di Gedung Srijaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 13 September 2025. Forum ini menjadi ajang refleksi sekaligus penyampaian aspirasi terkait kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Indonesia.
Ketua Umum Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI), Hadi Sutrisno, menegaskan bahwa keresahan para nelayan muncul akibat sejumlah regulasi yang justru membebani mereka. “Masalah kepastian usaha, keberadaan kapal asing, pungutan PBB laut, hingga penegakan hukum yang lemah masih menjadi keluhan utama,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, SNI bersama para delegasi dari Jakarta, Probolinggo, Cilacap, Pati, Rembang, Brebes, Banyuwangi, Tegal, Madura, Tuban, Indramayu, Lamongan, Bitung, Sumatera Utara, Cirebon, Jember, Kalimantan, hingga Sulawesi merumuskan beberapa tuntutan. Mereka mendesak pemerintah untuk menurunkan PNBP menjadi 3 persen, menghapus PBB laut, menolak naturalisasi kapal asing, serta memberikan subsidi solar bagi nelayan.
“Kami akan menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera mengevaluasi kebijakan KKP yang saat ini justru menyulitkan nelayan,” tambah Hadi.
Sekretaris Jenderal SNI, James Then, menilai kondisi perikanan nasional berada dalam situasi yang tidak kondusif. Menurutnya, kebijakan sepihak yang dikeluarkan pemerintah berpotensi memicu gelombang protes lebih luas. “Iklim usaha perikanan sedang tertekan. Jika tidak segera diperbaiki, keresahan ini akan semakin meluas,” tegasnya.
Melalui Rembuk Nelayan 2025, para peserta berharap pemerintah Prabowo-Gibran yang sudah berjalan 10 bulan dapat lebih memperhatikan kebutuhan dasar nelayan serta menjadikan sektor perikanan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler