OPINI
OPINI

Makna Pengakuan Kemerdekaan Palestina

Israel sadar akan hal ini. Karenanya Israel rajin menyasar wartawan di Gaza untuk dihabisi. Tapi masalahnya, kamera tak hanya dipegang wartawan. Hampir setiap orang pegang kamera.

Israel – atau Yahudi internasional – selama ini memegang kendali opini dunia. Mereka mengendalikan media-media besar yang sangat mempengaruhi cara pandang masyarakat dunia. Tapi sejak era media sosial, setiap warga adalah jurnalis, kendali Yahudi atas media menjadi kurang relevan. Apa yang diberitakan media mainstream tidak selalu lebih dipercaya, sebab masih ada opini pembanding via media sosial.

Ketika anggota DPR berjoget bersama, sebetulnya jika tak direkam kamera tak akan menjadi masalah. Tapi karena direkam kamera, lalu tersebar di jagat maya, rakyat yang sedang dalam himpitan ekonomi terpancing emosi. Akhirnya meledak menjadi kerusuhan besar. Berarti lakonnya adalah kamera.

Gambar-gambar kezaliman Israel bertebaran di media massa dan media sosial. Israel tak punya kuasa menghapusnya. Karena itu menjadi kekalahan opini yang tak bisa dihindari oleh Israel. Berbeda dengan Gaza sebagai korban, semua gambar yang tersebar menjadi alat penarik simpati, dan akhirnya menjadi kemenangan opini.

Contoh terbaru arogansi Israel yang membuahkan kebencian global adalah serangan delegasi Hamas di Qatar. Ia dengan pongah meledakkan lokasi delegasi Hamas di Qatar dengan serangan udara. Tujuannya membunuh para juru runding Hamas agar tahap-tahap perundingan damai berhenti. Sebab Israel kesulitan menangkis tuduhan enggan berdamai, maka dengan membunuh delegasi Hamas otomatis perundingan akan berhenti. Meski Allah taqdirkan meleset, hanya mengenai orang lain.

Membunuh musuh dengan serangan udara ketika berada di negeri orang jelas tindakan arogan dan penghinaan terhadap kedaulatan negara tersebut. Akibatnya, Israel dipersepsikan oleh dunia sebagai negara barbar, zalim dan arogan, tak layak dibela dengan alasan apapun. Apalagi yang disasar adalah delegasi – lawan bicara di meja perundingan. Karena itu Israel panen hujatan. Dan ini menambah jumlah orang dan negara yang akhirnya membenci Israel.

Yahudi memang jago mengendalikan opini dunia karena menguasai media massa. Tapi tindakan zalim dan arogan yang mereka pertontonkan di pentas dunia, menjadi bumerang yang menghancurkan opini yang mereka bangun sendiri. Ini bukan zaman ketika sumber berita hanya mengandalkan media yang dikuasai Yahudi, tapi sudah sangat beragam. Ada Al-Jazeera, ada Twitter, ada Tiktok, ada Youtube dan sebagainya. Karena itu, hancurlah reputasi Israel di mata dunia.

Pengakuan Palestina, Buah Ajaib Jihad

Pengakuan Palestina menjadi “hasil tanpa usaha” bagi otoritas Palestina. Bagaimana tidak, pengakuan ini jelas merupakan efek dari perang panjang yang dilakukan pejuang Gaza melawan Israel. Tapi pengakuan diberikan buat otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abas yang hanya duduk menonton. Sementara Hamas justru legalitasnya dicabut dari tanah Palestina sebagai bagian dari syarat pengakuan. Ironis.

image_print
1 2 3 4 5

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website