Inggris, Australia, Kanada dan Portugal pada 22 September 2025 resmi mengakui kemerdekaan Palestina. Ini menambah daftar negara yang mengakui Palestina. Total berjumlah 142 negara. Satu-satunya negara besar tinggal AS yang bersikukuh menolak mengakui Palestina. Sembilan yang lain hanya negara kecil yang tak punya pengaruh dalam percaturan global.
Tersisanya AS sebagai loyalis buta bagi Israel membuat kita berkesimpulan bahwa sejatinya AS yang dikendalikan Israel, bukan sebaliknya. Seandainya AS yang mengendalikan Israel, tentu AS sudah bertindak mencegah Israel sejak awal. Faktanya AS selalu melayani apapun kemauan Israel.
Terbaru, ketika Qatar diserang oleh Israel, padahal di sana terdapat pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, berarti AS sengaja membiarkan serangan itu terjadi. AS selalu tunduk dan menurut kepada Israel. Tidak berani berseberangan dengan Israel.
Sebelumnya negara-negara Eropa juga menempatkan diri seperti AS – menjadi pelayan Israel. Tapi kini mereka sudah berani sedikit nakal, berani mengakui Palestina meski ditentang Israel. Tentu saja ini menjadi kabar baik buat proses pelemahan Israel. Secara diplomatik Israel terkucil, sebaliknya Palestina semakin mendapat dukungan. Memang demikianlah proses kehancuran terjadi, sedikit demi sedikit, hingga akan hancur total pada waktunya.
Tersisanya AS sebagai teman setia Israel memberi pesan bahwa dua negara ini ibarat badan dengan kepala. AS sebagai badan, sementara Israel sebagai kepala, karenanya yang mengendalikan AS adalah Israel. Selagi dua organ ini tak dipisah, Israel akan tetap eksis. Cara paling jitu adalah memotong lehernya.
Kuncinya ada pada rakyat Amerika. Jika mereka tercekik secara ekonomi, tapi pemerintah AS terus saja mengguyur Israel dengan berbagai bantuan, rakyat AS pasti akan jengah. Akumulasi kejengahan akan meledak menjadi kemarahan bahkan kerusuhan, dan pasti akan berakibat pada pemutusan loyalitas buta AS dengan Israel. Artinya, badan dan kepada terpisah.
Jika ekonomi AS terus menurun – dan semua pengamat mengatakan itu – cepat atau lambat penyembelihan ini akan terjadi. Dan ketika Israel terputus dari AS, ia hanya punya kepala tak punya badan, tak punya tangan dan kaki. Kita bantu doa agar skenario ini segera terjadi.
Israel selama ini bersikap arogan dan tengil karena sadar di belakang mereka ada AS sebagai super power tunggal yang selalu mendukung tanpa syarat. Tapi apa jadinya ketika jaring-jaring kekuatan Israel telah putus, boleh jadi itulah saatnya umat Islam menghabisi mereka sebagai bagian dari nubuat akhir zaman.
Israel Telat Jumawa
Ketika makin banyak negara mengakui Palestina, Israel bukannya insaf, tapi malah tambah jumawa. Israel justru ingin menggagalkan pengakuan itu dengan mencaplok Tepi Barat agar tak ada lagi tanah yang tersisa untuk sebuah negara bernama Palestina. Sebelumnya Israel berencana melakukan serangan besar-besaran terhadap Gaza sebagai upaya merebutnya dengan paksa, dan sudah dimulai.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…