BANDA ACEH – Tulisan dosen IPB University, Dr. Meilanie Buitenzorgy yang mengupas riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka viral di media sosial.
Dia mempersoalkan riwayat pendidikan Putra Sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo itu. Dia bahkan menyebut ‘kualifikasi pendidikan Gibran cuma tamatan SD’.
Tak pelak, tulisan akademisi lulusan S1 IPB dan peraih gelar PhD dari University of Sydney, Australia tersebut langsung menimbulkan perdebatan.
Dr. Meilanie mempertanyakan keabsahan penyetaraan ijazah luar negeri milik Gibran. Diketahui, ijazah itu menjadi dasar baginya untuk mendaftar sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto.
Dia berpendapat, penyetaraan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang menyatakan pendidikan Gibran setara SMK kelas XII seharusnya tidak sah atau batal demi hukum.
Sebab, kata dia, UTS Insearch tempat Gibran menempuh pendidikan bukanlah sebuah sekolah menengah atas yang berhak mengeluarkan sertifikat kelulusan resmi (high school leaving certificate).
Kata dia, UTS Insearch merupakan program persiapan atau matrikulasi untuk masuk universitas. Dia menyampaikan hal itu merujuk pada Peraturan Mendikbudristek No. 50 Tahun 2020.
“Penyetaraan hanya berlaku untuk ijazah pendidikan dasar/menengah dalam sistem asing yang diakui sebagai school leaving certificate resmi,” tulis Meilanie mengutip Rabu, 24 September 2025.
Bahkan, Dr. Meilanie berani melampirkan ijazah SMA anaknya yang lulus dari Elizabeth Macarthur High School di Australia. Dimana, dalam sertifikat tersebut tercantum nama “High School”.
Selain itu, dia juga mengupas pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School (OPSS), Singapura.
OPSS, kata dia, hanya menyelenggarakan pendidikan setara kelas 7 hingga 10 di Indonesia, atau setara SMP ditambah satu tahun.
Menempuh pendidikan OPPS, lulusannya akan mendapatkan sertifikat GCE O-Level.
Siswa Singapura yang hendak kuliah umumnya harus melanjutkan ke junior college untuk memperoleh sertifikat GCE A-Level. Sedangkan Gibran, kata dia, tidak memiliki sertifikat tersebut.
Bahkan, jika Gibran punya sertifikat GCE O-Level, tetap perlu dicek nilai setiap mata pelajaran. Sebab, di Singapura tidak ada standar kelulusan minimum sebagaimana ijazah SMP Indonesia.
“Nah, school leaving certificate dari Secondary School di Singapura adalah GCE O-Level Certificate,” ungkapnya.
“Kalaupun Gibran punya sertifikat O-Level, bila banyak nilai di bawah standar, itu belum setara ijazah SMP Indonesia,” tulisnya.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler