BANDA ACEH – Bank Indonesia menilai Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan wakaf. Melalui literasi, digitalisasi, dan penguatan nazhir, wakaf diyakini dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Bank Indonesia menegaskan pentingnya transformasi sektor perwakafan untuk mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan Dr. Dadang Muljawan, Kepala Grup Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, saat menjadi pembicara dalam Pre-Event Aceh Waqaf Summit di Balee Meuseuraya Aceh, Kamis (25/9/2025).
“Wakaf harus dipandang sebagai instrumen strategis yang bukan hanya sosial, tetapi juga produktif dalam memperkuat ekonomi berkelanjutan,” ujar Dr. Dadang.
Ia memaparkan peta jalan wakaf nasional 2024–2029 yang mencakup enam pilar utama, mulai dari peningkatan literasi wakaf, penguatan regulasi dan tata kelola kelembagaan, hingga percepatan kualitas SDM dan pengembangan proyek-proyek strategis.
Dr. Dadang juga menekankan pentingnya literasi dan digitalisasi wakaf. “Bank Indonesia mendukung penguatan ekosistem wakaf melalui edukasi, pelatihan nazhir, dan integrasi teknologi digital. Wakaf harus menjadi bagian dari gaya hidup ekonomi syariah yang modern dan inklusif,” katanya.
Menurutnya, target pada 2029 adalah tercapainya literasi wakaf nasional sebesar 60 persen, sertifikasi 10 ribu nazhir, serta akumulasi aset wakaf uang nasional mencapai Rp14 triliun. “Kita ingin wakaf memberi dampak nyata pada pengentasan kemiskinan ekstrem dan pembangunan nasional,” tambahnya.
Di Aceh, potensi wakaf dinilai sangat besar seiring dengan banyaknya aset keagamaan, tanah wakaf, serta budaya masyarakat yang kuat dalam berwakaf. Jika dikelola produktif, wakaf diyakini dapat menjadi instrumen pembangunan daerah, terutama untuk sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Bank Indonesia juga tengah mendorong pengembangan Sharia Economic Development Fund (SEDF) sebagai instrumen penguatan peran wakaf dalam sistem keuangan sosial syariah.
Caption foto:
Dr. Dadang Muljawan, Kepala Grup Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, menyampaikan materi transformasi perwakafan nasional dalam Pre-Event Aceh Waqaf Summit di Balee Meuseuraya Aceh, Kamis (25/9/2025).

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler