NASIONAL
NASIONAL

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Terciduk Colek Bos Danantara Rosan saat Prabowo Singgung Kerugian Rp300 Triliun

BANDA ACEH – Momen menarik menteri Kabinet Merah Putih kembali menjadi sorotan publik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terlihat mencolek paha Menteri Investasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Momen itu terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan besarnya kerugian negara akibat tambang ilegal, yakni mencapai Rp300 triliun.

Peristiwa itu terekam kamera dan kemudian menyebar luas di media sosial.

Saat Prabowo menyampaikan bahwa “kerugian negara total 300 triliun” akibat aktivitas enam smelter tambang ilegal, Bahlil tampak mencolek paha Rosan yang berdiri di sebelahnya.

Peristiwa ini memicu beragam respons warganet meskipun konteks dan makna di balik gestur itu belum dijelaskan baik oleh Bahlil maupun Rosan.

Berita Lainnya:
Taklukan PSPS 4-2, Persiraja Tutup Putaran Kedua di Lima Besar

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto geram Indonesia rugi hingga Rp300 triliun karena korupsi tambang timah ilegal. Dirinya pun bertekad untuk membasmi tambang ilegal (illegal mining).

“Kita sudah bertekad untuk membasmi penyelundupan, membasmi illegal mining, membasmi semua yang melanggar hukum,” ucap Prabowo di kawasan smelter PT Tinindo Internusa, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (6/10/2025).

Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai menyaksikan penyerahan enam smelter rampasan negara hasil kasus korupsi tata kelola timah senilai Rp300 triliun kepada PT Timah Tbk. Aset tersebut sebelumnya disita oleh Kejaksaan Agung dan diserahkan melalui Kementerian Keuangan untuk dikelola BUMN.

Berita Lainnya:
Bahlil Lahadalia Nyatakan Indonesia Setop Impor Solar Sinyal Tak Ada Lagi Antrean Panjang

Enam smelter yang akan dikelola oleh PT Timah di antaranya PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), CV Venus Inti Perkasa (VIP), PT Menara Cipta Mulia (MCM), PT Tinindo Internusa (Tinindo), PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS), dan PT Refined Bangka Tin (RBT).

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, kerugian negara total potensi bisa mencapai Rp300 triliun. Kerugian negara sudah berjalan Rp300 triliun. Ini kita hentikan,” ujarnya

image_print

Reaksi

Berita Lainnya