OPINI
OPINI

Palestina Saudara Kita: Saatnya Peduli, Berdoa, dan Bergerak

Pernyataan Qaradaghi didukung oleh 14 ulama muslim terkemuka lainnya, isinya ialah seruan kepada semua negara muslim untuk meninjau perjanjian damai dengan zionis, sementara itu seruan bagi umat muslim di Amerika Serikat untuk menekan Donald Trump agar memenuhi janji kampanyenya untuk menghentikan agresi dan membangun perdamaian di tanah Palestina.

Setidaknya ada 15 poin penting yang ada di dalam fatwa IUMS tersebut, yang Pertama ialah kewajiban jihad melawan zionis dan kedua, larangan mendukung musuh, Ketiga,  larangan menyuplai sumber daya, keempat, ialah aliansi militer Islam dan yang kelima, tinjauan ulang untuk perjanjian.

Kesimpulan

Palestina bukan sekadar wilayah geopolitik,  ia memiliki posisi religius dan historis yang sangat penting dan berpengaruh bagi umat Islam, dari keberadaan Masjid al-Aqsha dan peranannya sebagai kiblat pertama, hingga peristiwa Isra’ dan Mi‘raj serta statusnya sebagai tanah para nabi, oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap penderitaan rakyat Palestina menjadi kewajiban moral dan spiritual bagi umat muslim.

Kondisi kemanusiaan dan ekonomi di Palestina saat ini sangat memprihatinkan. laporan-laporan internasional yang dikutip menunjukkan kerusakan besar pada infrastruktur, sektor pertanian, dan bisnis, dan jutaan pekerjaan hilang, angka pengangguran dan kemiskinan melonjak drastis,  serta ratusan ribu korban jiwa dan luka, termasuk banyak anak-anak, terkena dampak jangka panjangnya berupa runtuhnya kapasitas ekonomi dan kebutuhan rekonstruksi yang mana memerlukan dana yang sangat besar.

Respon ulama dan lembaga keagamaan menekankan dua hal, yaitu dorongan spiritual (doa, istighatsah, qunut nazilah setiap sholat 5 waktu dan yang pastinya berjamaah ) dan aksi nyata (bantuan kemanusiaan, sanksi moral terhadap pendukung agresi, serta upaya diplomatik), sebagian tokoh bahkan menyerukan langkah politik atau militer sebagai bentuk pembelaan, sementara yang lain menekankan perlunya solidaritas internasional yang terorganisir untuk menekan pelanggaran hukum internasional dan membuka akses bantuan.

Sebagai penutup dari artikel ini, saya sangat menekankan yang bahwa, kewajiban kita adalah mengombinasikan empati yang tulus dengan tindakan yang bijak, selalu berdoa dan memberi dukungan kemanusiaan kepada rakyat Palestina,dan  menggalang bantuan yang transparan, mengadvokasi penyelesaian politik yang adil sesuai hukum internasional, serta menjaga sikap berimbang yang mengutamakan keselamatan warga sipil dan upaya rekonstruksi jangka Panjang, dan solidaritas yang efektif haruslah berlandaskan nilai kemanusiaan, hukum, dan akhlak, demi harapan perdamaian dan pemulihan bagi saudara-saudara kita yang berada di Palestina.

image_print
1 2 3 4 5

Reaksi

Berita Lainnya