Oleh: dr. Masry**
DI tengah tekanan sistemik dan birokrasi rumah sakit, gagasan tentang tenaga medis yang melayani dengan hati sering dianggap mustahil.
Namun, jika kita meninjau ulang paradigma pelayanan melalui lensa Islam dan visi pembangunan Aceh yang diusung Muzakir Manaf, kita menemukan bahwa pelayanan yang tulus, adil, dan penuh kasih bukan hanya mungkin—melainkan wajib.
Etika Islam dalam pelayanan kesehatan berakar pada prinsip hifzhu al-nafs—menjaga jiwa sebagai prioritas tertinggi. Dalam konteks rumah sakit, ini berarti setiap tindakan medis adalah bentuk perlindungan terhadap kehidupan, dan karenanya bernilai ibadah.
Prinsip-prinsip etis Islam yang relevan bagi tenaga medis meliputi:
- Ihsan: Memberikan pelayanan terbaik dengan ketulusan dan profesionalisme.
- Amanah: Menjaga kerahasiaan pasien dan menjalankan profesi dengan integritas.
- Adalah: Memberikan perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.
- Rahmah: Menumbuhkan kasih sayang sebagai fondasi hubungan terapeutik.
Pasangan Muzakir Manaf–Fadhlullah mengusung visi “Terwujudnya Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” yang menekankan penerapan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek pemerintahan, termasuk kesehatan. Dalam debat publik Pilkada 2024, mereka menegaskan komitmen untuk, salah satunya: menjamin kualitas pelayanan kesehatan di daerah setara dengan kota besar B.
Visi ini selaras dengan sila kelima Pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan memperkuat kekhususan Aceh dalam bidang pelayanan publik berbasis nilai lokal dan syariat.
Paradigma Islam dan visi Aceh bermartabat dapat bersinergi melalui pendekatan maqashid syariah dimana hifzhu al-nafs berkaitan dengan implementasi pelayanan medis berkualitas, hifzhu al-‘aql terkait edukasi kesehatan & informed consent, hifzhu al-maal berkaitan dengan implementasi transparansi biaya & BLUD akuntabel, hifzhu al-din berkaitan dengan pelayanan sesuai nilai Islam dan hifzhu al-nasl berkaitan dengan perlindungan ibu & anak.
Dengan pendekatan ini, transformasi SDM rumah sakit bukan hanya teknokratis, tetapi juga spiritual dan sosial.
SDM rumah sakit yang melayani bukan hal mustahil. Ia hanya menunggu sistem yang percaya bahwa pelayanan adalah amanah, bukan sekadar pekerjaan.
Paradigma Islam dan visi Aceh Islami yang diusung Muzakir Manaf memberi fondasi moral dan politik yang kokoh untuk mewujudkan rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga memuliakan jiwa dan martabat rakyat Aceh. []
**). Penulis adalah Warga Aceh yang berdomisili di pinggiran Kota Banda Aceh.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler