BANDA ACEH – Pada bulan November 2025, para trader dan investor crypto mulai mencari Altcoin yang berpotensi meraih performa bagus dalam fase konsolidasi pasar ini. Dengan likuiditas yang mulai bergeser dan dominasi Bitcoin yang agak mereda, muncul peluang bagi Altcoin-terpilih untuk menunjukkan lonjakan harga.
Namun demikian, selain memilih aset yang tepat, penting juga memilih platform yang mendukung future trading crypto aman bisa menjadi fitur yang harus dipertimbangkan. Dengan keamanan berlapis maka aset crypto kamu akan terjaga dari peretasan.
Tak hanya itu, aplikasi trading crypto yang baik tentunya memiliki banyak aset yang diperdagangkan. Jadi kamu tidak harus melakukan BTC USDT trading, tetapi kamu memiliki banyak pilihan aset crypto yang bisa kamu perdagangkan.
Terdapat beberapa platform yang telah mendukung trading futures crypto di Indonesia yang menyediakan fitur leverage dan fitur charting yang lengkap serta cocok untuk trader profesional salah satunya Pintu Futures dan beberapa platform crypto lain.
Pintu Futures adalah fitur trading derivatif di aplikasi Pintu yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kontrak berjangka aset crypto dengan leverage hingga 25x.
Dengan antarmuka yang simpel, dukungan leverage tinggi, stop order, limit order, serta biaya trading kompetitif, Pintu Futures cocok untuk trader pemula maupun profesional.
5 Altcoin yang Berpotensi di November 2025
Ditengah kondisi pasar yang tidak stabil banyak trader yang merasa was-was ketika trading. Agar tidak ragu, berikut 5 Altcoin yang menarik untuk dipantau pada November 2025, lengkap dengan uraian teknikal masing-masing, diantaranya adalah:
1. Algorand (ALGO)
Algorand muncul sebagai salah satu Altcoin yang layak mendapatkan perhatian karena kombinasi antara teknologi yang kuat dan kondisi teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan arah. Proyek ini, yang berbasis proof-of-stake dengan tujuan skalabilitas tinggi.
Bahkan Altcoin ini baru saja menjalankan upgrade signifikan yang relatif tenang namun punya makna jangka panjang. Misalnya, pada 3 November 2025 Algorand mencatat transaksi “post-quantum” yang menempatkannya di depan dari sisi adopsi teknologi.
Dari sisi teknikal, analisis D1 menunjukkan ALGO berada di bawah berbagai EMA utama (20-day, 50-day, 200-day) dengan RSI di kisaran 31, menandakan momentum bearish namun belum memasuki wilayah oversold ekstrem.
Level resistance utama ditetapkan di sekitar US$ 0,18, dengan support kritis di US$ 0,15 dan US$ 0,132. Jika harga berhasil menembus ke atas US$ 0,18 dengan volume yang meningkat, maka skenario bullish dapat aktif; namun jika gagal, potensi penurunan ke US$ 0,132 dapat terjadi.
Kesimpulannya ALGO adalah alternatif yang layak bagi trader yang siap mengambil risiko moderat dengan modal kecil, namun harus siap jika pasar tetap tertekan.
2. Arbitrum (ARB)
Arbitrum sebagai solusi layer-2 utama untuk ekosistem Ethereum tetap menarik perhatian karena infrastruktur yang matang dan aktivitas on-chain yang relatif tinggi. Meski demikian, secara teknikal ARB menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati.
Sebagaimana dilaporkan, ARB diperkirakan bisa turun ke sekitar US$ 0,20 dalam jangka pendek jika tidak mampu mempertahankan support di US$ 0,237. Namun, di sisi lain, ada analisis yang menunjukkan adanya crossover MACD bullish serta RSI yang mulai naik dari level 35 di ARB, yang bisa menjadi indikator pemulihan jika tren berubah.
Untuk skenario positif, breakout di atas zona resistensi utama (sekitar US$ 0,43) dapat membuka peluang kenaikan lebih signifikan. Trader yang mempertimbangkan ARB harus sangat memperhatikan tanggal token unlock besar yang akan datang (92 juta token melepas 16 November 2025) karena ini dapat menambah tekanan jual.
Jadi, ARB cocok untuk mereka yang mengincar potensi rebound namun siap menghadapi koreksi jika support gagal.
3. Chainlink (LINK)
Chainlink tetap menjadi salah satu Altcoin infrastruktur yang sering diabaikan, padahal memiliki peranan penting dalam ekosistem DeFi sebagai jaringan oracle lintas rantai. Analisis fundamental menunjukkan bahwa jika LINK mampu menembus formasi segitiga yang sedang terbentuk, maka potensi breakout menuju level dua digit besar bisa terjadi.
Namun, indikator teknikal terkini menunjukkan kondisi yang cukup berat. Di timeframe harian, sinyalnya adalah Strong Sell, dengan moving averages menunjukkan evaluasi netral hingga bearish. Support penting untuk dipantau berada di kisaran US$ 15, dan kegagalan menembus resistensi bisa berarti risiko koreksi lebih lanjut.
Karena itu, LINK bisa menjadi pilihan yang menarik untuk jangka menengah-panjang jika kamu yakin akan pemulihan fundamental, tapi kurang cocok untuk trader yang mencari lonjakan cepat jangka pendek.
4. Internet Computer (ICP)
Internet Computer menawarkan narasi yang menarik, jaringan blockchain yang berambisi memberikan pengalaman komputasi terdesentralisasi yang skalabel, dan baru-baru ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi teknikal setelah periode koreksi yang panjang.
Menurut beberapa laporan, ICP berada di zona akumulasi dimana indikator seperti STH-NUPL dan NVT menunjukkan fondasi pemulihan potensial. Dari grafik teknikalnya, ICP sedang melalui fase konsolidasi di area support jangka menengah.
Trader harus menunggu konfirmasi seperti breakout di atas resistance atau peningkatan volume untuk masuk. Tanpa konfirmasi, risiko penurunan lanjutan tetap ada.
ICP cocok bagi pengguna yang mengincar aset bercerita dengan potensi jangka menengah-panjang dan siap memantau perkembangan teknis dan fundamental.
5. Sui (SUI)
Sui merupakan Altcoin yang lebih baru dibanding yang lain, namun menarik karena teknologi jaringan yang cepat dan volume transaksi on-chain yang cukup tinggi meski harga sudah terkoreksi tajam. Aktivitas di jaringan Sui menjadi salah satu hal yang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari potensi undervalued.
Teknisnya, Sui saat ini berada dekat support rendah yang telah diuji beberapa kali, dan jika breakout terjadi maka rebound bisa dimulai. Namun volatilitasnya tetap tinggi bagi trader dengan modal kecil, disarankan menggunakan leverage rendah atau hanya alokasi kecil.
Karena jangka pendeknya belum terbukti breakout dengan kuat, Sui lebih cocok untuk posisi “entry awal” yang siap ditahan cukup lama sambil menunggu katalis aktif.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kelima Altcoin di atas menawarkan potensi menarik menjelang November 2025, namun masing-masing datang dengan profil risiko dan kondisi teknikal yang berbeda.
ALGO cocok bagi yang siap mengambil risiko moderat, ARB bagi yang mengincar rebound agresif namun siap koreksi, LINK bagi yang percaya pada fundamental jangka panjang, ICP bagi pencari peluang besar dengan cerita kuat, dan SUI bagi yang ingin diversifikasi dengan aset baru.
Kunci utamanya masuk pada momen tepat, gunakan manajemen risiko yang disiplin, dan jangan terburu-buru mengejar keuntungan besar tanpa pemahaman teknikal yang memadai. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…