Korban jiwa tersebut terdiri atas 325 orang di Aceh (penambahan 48 jiwa), 311 orang di Sumatera Utara (penambahan 12 jiwa), dan 200 orang di Sumatera Barat (penambahan 6 jiwa). Dalam laporan yang sama, sebanyak 518 orang dinyatakan hilang, yang meliputi 170 orang di Aceh, 127 orang di Sumatera Utara, dan 221 orang di Sumatera Barat. Selain itu, dilaporkan pula adanya ribuan pengungsi, dan diyakini jutaan warga terdampak langsung oleh banjir dan longsor ini.
Melihat uraian tersebut, jelas bahwa bencana banjir dan longsor di Sumatra merupakan tragedi ekologis yang sangat memilukan dan menyayat hati. Banyaknya korban jiwa serta besarnya kerusakan memperdalam luka kolektif bangsa.
Kondisi ini semakin diperburuk oleh beredarnya temuan mengenai kerusakan hutan dan DAS yang diduga kuat menjadi salah satu faktor penyebab utama bencana. Negara harus hadir sepenuhnya, bukan hanya dengan empati dan bantuan, tetapi juga dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten untuk memastikan tragedi semacam ini tidak terus berulang.
**). Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat)






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…