OPINI
OPINI

Roy Suryo Cs Konsisten Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu

Namun, seperti pempek Palembang yang tetap disebut kebanyakan sagu oleh mereka yang sejak awal alergi ikan, janji itu dianggap belum cukup gurih.

Di sinilah absurditas mencapai klimaks. Ijazah yang diperlihatkan secara resmi masih dianggap mentah. Hukum yang berjalan disebut kurang api. Bukti yang disajikan dianggap plating.

Ini bukan lagi lomba masak, ini kontes keyakinan. Roy Suryo berdiri sebagai juri tunggal MasterChef Persepsi, memukul bel imajiner dan berkata, “Maaf, rasanya tidak sesuai memori lidah saya.”

Negeri ini pun ramai. Ada yang kenyang karena bukti, ada yang tetap lapar karena kecurigaan. Ada yang menikmati rawon hitam pekat bernama prosedur, ada yang mencari kuah bening bernama opini.

Ijazah Jokowi berubah dari kertas kelulusan menjadi martabak spesial, bisa manis bagi yang percaya, asin bagi yang ragu, gosong bagi yang datang dengan niat membakar.

Akhirnya kita sadar, ini bukan soal ijazah, bukan pula soal Jokowi semata. Ini tentang selera. Di meja yang sama, dengan lauk yang sama, lidah bisa berdebat seumur hidup.

Selamat menikmati hidangan hukum edisi Desember 2025. Bagi sebagian orang, rendang tetap rendang. Bagi yang lain, ia akan selalu 99,9 persen palsu, karena kebenaran, seperti nasi uduk, kadang kalah oleh aroma prasangka yang lebih menggoda.

Sementara di sudut warkot reot di Pontianak, tampak seorang lelaki, berkacamata, topi merah, menikmati segelas Koptagul, pisgor berbalut selai srikaya. Dia hanya tersenyum dari kejauhan.

**). Penulis adalah Ketua Satupena Kalbar

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya