ADVERTISMENT
OPINI
OPINI

Indonesia, Negeri Dalam Nalar Korupsi

Oleh: Tony Rosyid**

SATU ketika saya makan malam dengan seorang Gubernur. Di tengah perbincangan, telepon Gubernur bunyi. Gubernur bilang: “Izin Bang, Presiden telepon”. Gubernur lalu berdiri dan angkat telepon, sembari menjauh dari tempat makan. Sekitar 15-20 meter.

Kurang lebih 10 menit Gubernur terima telelepon Presiden. Balik ke tempat makan, aku tanya: “Presiden bicara apa?”. Gubernur jawab: “Presiden ingatkan jangan pernah korupsi.” “Itu saja?”, tanyaku lagi. “Fokus di situ,” jawab Gubernur.

Presiden tahu bahwa korupsi adalah problem utama di negeri ini. Korupsi ada di semua institusi pemerintahan. Bahkan kita kesulitan untuk menyebut satu institusi yang bebas korupsi. Amat sulit!

Kalau ada pejabat yang ditangkap polisi, jaksa atau KPK, itu karena nasib sial saja. Nasib sial berlaku “random sampling”. Sampel acak. Lebih banyak koruptor yang selamat dari pada yang tertangkap. Saya yakin anda setuju pernyataan saya ini.

Berita Lainnya:
Jabar dan Rakyat Kecil yang Lagi-Lagi Dikorbankan

Korupsi di Indonesia dilakukan secara terstruktur, sistematis (terencana) dan masif (berjamaah dan kolaboratif). Hampir tidak mungkin korupsi di Indonesia dilakukan sendirian. Inilah yang membuat Indonesia sakit. Sakitnya parah. Bahkan akut.

Korupsi dimulai sejak penganggaran, biaya pengamanan legislasi dan hukum, proyek fiktif dan fee proyek atau pengadaan, manipulasi pajak, bancakan BUMN, permainan perbankan, penerbitan HPH, perizinan tambang hingga makelar kasus, setoran para napi dan berbagai macam pungutan liar lainnya. Modus IPO untuk menyedot dana BUMN beberapa tahun belakangan ini juga sedang jadi tren. Nilainya ratusan triliun.

Karena masifnya korupsi, pertumbuhan ekonomi kita rendah dan lapangan kerja menyempit, angka pengangguran dan kemiskinan terus naik, jarak orang kaya dan orang miskin makin lebar, hukum tidak tegak dan keadilan semakin jauh.

Berita Lainnya:
Doktrin Trump Mengganti Rezim Tanpa Invasi dari Venezuela ke Iran

Akibat korupsi, Indonesia menjadi negara yang jauh tertinggal, bahkan dari negara-negara tetangga. SDM dan pendapatan perkapita Indonesia jauh dari Malaysia, Singapura dan China. Bahkan dari Brunei dan Thailand.

Padahal, kita lebih dulu merdeka dan Sumber Daya Alam kita lebih melimpah. Indonesia menjadi negara ASEAN dengan pemasok TKI dan TKW (non skilled) terbesar di dunia.

Ini disebabkan oleh lapangan kerja di dalam negeri yang amat sangat terbatas sekali. Terhadap Indonesia, negara-negara sebelah melihat dengan sebelah mata. Ini semua diakibatkan utamanya oleh korupsi.

Problem korupsi telah terjadi puluhan tahun. Terutama sejak Orde Baru, dan seiring berjalannya waktu semakin canggih dan vulgar. Jika Era Orde Baru korupsi dilakukan di bawah meja. Era Reformasi, terutama 10 tahun terakhir ini, meja-kursi juga ikut dikorupsi. Terang-terangan dan tak lagi sembunyi-sembunyi.

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya