Lalu penampakan bibir. Ah, bibir. Di sinilah banyak orang tertipu oleh senyum. Padahal, dalam membaca wajah, senyum itu seperti filter Instagram yang menipu, tapi disukai. Yang harus dilihat adalah bibir saat netral, saat ia tidak sedang berusaha menyenangkan siapa pun.
Bibir foto yang satu lurus dan tipis. Bibirnya foto yang lain lebih penuh dan melengkung. Sudut mulutnya pun berbeda. Ini bukan efek umur. Ini efek struktur bawaan. Usia boleh membuat bibir mengendur, tapi tidak mengubah arsitektur dasarnya, kecuali seseorang hidupnya terlalu sering tersenyum palsu atau bohong melulu.
Namun yang paling jujur dari semua yang ada di kepala adalah telinga. Telinga itu boleh dibilang saksi bisu. Jarang ikut drama, tidak pernah ikut filter, dan nyaris tidak peduli usia. Orang bisa memalsukan rambut, mengatur cahaya, mengencangkan kulit, tapi telinga tetap setia pada bentuk aslinya. Dalam banyak kajian forensik, telinga bahkan lebih dipercaya daripada mata. Mata bisa berbohong. Telinga tidak punya kepentingan.
Di ilmu identifikasi wajah, telinga justru sering dijadikan hakim terakhir ketika bagian wajah lain diperdebatkan. Alasannya sederhana bahwa telinga hampir tidak berubah oleh usia, tidak ikut senyum, tidak ikut marah, tidak terpengaruh pencahayaan, dan jarang disentuh oleh industri kosmetik. Orang bisa mengubah rambut, alis, kulit, bahkan hidung, tapi jarang sekali ada yang mengurus telinga kecuali untuk tindik atau anting.
Ya, kalau difokuskan khusus ke telinga, perbedaannya justru makin telanjang, bahkan lebih “jujur” dibanding hidung atau bibir. Saya tulis agak detil, karena telinga adalah bagian wajah yang paling sulit “dipalsukan oleh waktu”, tapi justru sering diabaikan dalam perdebatan publik. Kita bedah pelan-pelan, tapi presisi.
Pertama, ujung telinga (apex). Ini yang paling mudah terlihat. Wajah kiri dimana ujung telinga tampak lebih runcing dan naik, seperti segitiga kecil yang tegas. Arah ujungnya cenderung menyudut ke atas. Wajah kanan dimana ujung telinga lebih tumpul dan membulat, arahnya jatuh ke samping–bawah, tidak membentuk sudut tajam.
Ujung telinga (apex auricula) adalah bagian yang sangat jarang berubah oleh usia. Penuaan bisa membuat telinga tampak sedikit lebih panjang, tetapi tidak mengubah karakter ujungnya dari runcing jadi tumpul atau sebaliknya. Perbedaan ini kuat dan struktural.
Kedua, daun telinga (auricle/pinna) secara keseluruhan. Bukan cuma ujungnya, watak daunnya juga beda. Wajah kiri dimana daun telinga tampak lebih ramping dan “ketarik ke belakang”, mengikuti garis kepala. Kesan visualnya ringan.




















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler