Terungkap bahwa Atalia dan Ridwan Kamil telah pisah rumah selama enam bulan sebelum gugatan resmi didaftarkan. Keduanya pun telah menjalani sidang perdana pada 17 Desember 2025 dan dilanjutkan dengan mediasi pada 19 Desember 2025, di mana disepakati bahwa perpisahan akan dilakukan secara baik-baik demi anak-anak.
Terkait penyebab perceraian, rumor mengenai kehadiran orang ketiga sempat mencuat. Seorang netizen bahkan membuat spekulasi liar dengan membandingkan fisik dirinya dengan Atalia.
“Mungkin Pak RK menemukan lagi sosok si istri versi mudanya di Aku,” tulis netizen.
Namun, kuasa hukum Atalia dengan tegas membantah adanya orang ketiga sebagai pemicu perceraian. Ridwan Kamil sendiri secara jantan menyampaikan permohonan maaf ke publik dan mengakui adanya “kekhilafan dan dosa” selama pernikahan mereka.
Di sisi lain, netizen yang lebih kritis mencoba menarik benang merah ke ranah Politik. Ada analisis yang menyebutkan bahwa isu perceraian dan serangan karakter ini tidak lepas dari target politik, mengingat posisi strategis keduanya.
“Kalo ngeliat sejak awal kasus meledak, arahnya keliat kok. Ada target ke RK, ada yang menarget Bu Cinta,” tulis seorang warganet.
Teori konspirasi mengenai pencitraan juga muncul. Salah satu komentar menyoroti peran tim manajemen citra atau branding di balik pasangan ini.
“Tim yang ngebranding ini, tim yang sama dengan mantan walkot solo… tim ini udah menghandle ke figur yang bakal naik di Pilpres nanti,” tulis netizen tersebut.
Di tengah badai komentar miring, beberapa netizen mencoba bersikap lebih rasional dan logis dalam menanggapi cerita pelayan restoran.
Menurut salah satu komentar, agak janggal jika seorang figur publik langsung memarahi pelayan di garda depan sendirian.
“Namanya handling customer resto harus kuat nahan komplein… apalagi kalau orang itu publik figur biasanya rombongannya atau asistennya yang handle,” tulisnya.
Ada pula yang memberikan pandangan netral terkait insiden keterlambatan makanan. Netizen ini menilai bahwa batas toleransi menunggu makanan umumnya adalah 10 menit, dan reaksi kesal adalah hal manusiawi.
“Kalo lebih dari 10 menit reaksi orang beda-beda, ada yang pergi gak jadi makan, ngomel-ngomel atau sabar menunggu,” tulisnya.
Isu sensitif mengenai anak-anak mereka juga tak luput dari pembahasan, terutama dikaitkan dengan duka kehilangan putra sulung mereka.
Namun, banyak netizen yang mengingatkan agar publik tidak melampaui batas etika.
“Tolong lah gak usah bikin cuitan dan narasi kesana kemari… palagi sampe nyangkutin anaknya yang sudah dipanggil Allah SWT,” imbau seorang warganet dengan bijak.


























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler