GAZA – Sejumlah faksi perlawanan Palestina menyampaikan pernyataan duka dan penghormatan atas gugurnya sejumlah komandan Brigade Al-Qassam dalam pertempuran yang dikenal sebagai Operasi Banjir Al-Aqsa.
Tokoh-tokoh yang disebut gugur antara lain Kepala Staf Al-Qassam Mohammed Al-Sinwar, Komandan Brigade Rafah Mohammed Shabana, Kepala Manufaktur Militer Raed Saad, Hakam al-Issa, serta juru bicara Brigade Al-Qassam Hudhaifa Al-Kahlout atau Abu Obeida.
Jihad Islam Palestina (PIJ) menyebut para komandan tersebut sebagai pejuang yang menghadapi serangan Israel dengan keberanian. Dalam pernyataannya, PIJ menegaskan bahwa kemartiran mereka tidak akan menghentikan perlawanan dan justru menjadi sumber kekuatan moral bagi generasi Palestina selanjutnya.
Front Populer untuk Pembebasan Palestina (FPLP) juga menyampaikan duka mendalam dan menilai gugurnya para komandan sebagai bukti keterlibatan langsung para pemimpin di garis depan. FPLP menekankan bahwa pengorbanan tersebut memperkuat kesinambungan perlawanan serta persatuan antar faksi di medan pertempuran.
Komite Perlawanan Populer (PRC) menyoroti peran Abu Obeida sebagai simbol komunikasi dan suara perlawanan Palestina selama perang. PRC menyerukan agar warisan perjuangannya dijaga dengan melanjutkan perlawanan terhadap pendudukan Israel.
Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menyampaikan belasungkawa kepada Hamas dan Brigade Al-Qassam, seraya menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak terlepas dari pengorbanan besar. DFLP menegaskan kembali komitmennya terhadap persatuan rakyat dan perlawanan Palestina.
Gerakan Mujahidin Palestina serta Fatah Al-Intifada turut mengeluarkan pernyataan duka. Kedua faksi tersebut menilai gugurnya para komandan tidak akan melemahkan perjuangan, melainkan memperkuat tekad kolektif perlawanan di Jalur Gaza.
Hamas: Peran Jurnalis Palestina Lebih Kuat dari Peluru Pendudukan
Di sisi lain, Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Selasa (31/12/2025) mengeluarkan pernyataan bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiaan kepada Jurnalis Palestina. Hamas menegaskan bahwa peran jurnalis Palestina akan tetap lebih kuat daripada peluru pendudukan dan kejahatan Israel tidak akan mampu membungkam suara kebenaran.
Hamas menyebutkan bahwa peringatan tahun ini berlangsung di tengah agresi dan perang berkepanjangan di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun. Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, sebanyak 257 jurnalis Palestina dilaporkan gugur.
Menurut Hamas, perang di Gaza telah memperlihatkan bahwa Israel merupakan pihak yang paling berbahaya bagi kebebasan pers, karena jurnalis berperan sebagai suara dan gambar yang mengungkap kejahatan serta membantah narasi dan propaganda yang dinilai menyesatkan.




















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler