UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Viral Link Video “4 Bersaudara” Ramai Dicari di Medsos

GELORA.CO – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya klaim tautan video syur yang disebut-sebut melibatkan “empat wanita bersaudara”. Isu tersebut ramai dibagikan di berbagai platform seperti X (Twitter), TikTok, hingga Telegram, dengan narasi sensasional yang memancing rasa penasaran warganet.

Namun, hingga kini tidak ada klarifikasi resmi maupun sumber tepercaya yang membenarkan kebenaran klaim tersebut. Sejumlah pemerhati literasi digital menilai, fenomena ini lebih mengarah pada umpan klik (clickbait) yang kerap digunakan untuk menyebarkan tautan berbahaya, mulai dari penipuan daring hingga malware.

Berita Lainnya:
Sulam Alis & Sulam Bibir: Manfaat, Proses, dan Tips Aman

Pola penyebaran isu semacam ini bukan kali pertama terjadi. Biasanya, unggahan disertai judul provokatif dan janji akses video eksklusif, lalu mengarahkan pengguna ke situs atau grup tertentu. Dalam banyak kasus, tautan tersebut justru berujung pada pencurian data pribadi, pengambilalihan akun, atau iklan ilegal.

Pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan viral, terutama yang beredar tanpa kejelasan sumber dan identitas. Selain berisiko secara teknis, penyebaran dan konsumsi konten bermuatan pornografi juga berpotensi melanggar hukum, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta UU Pornografi.

Berita Lainnya:
Deretan Fakta Kerry Riza Diduga Jadi Korban Kriminalisasi Kejagung

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara konsisten mengimbau publik untuk meningkatkan literasi digital dan melaporkan konten bermasalah melalui kanal resmi. Platform media sosial juga diminta lebih aktif menindak akun-akun yang menyebarkan hoaks dan konten melanggar kebijakan.

Masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapi informasi viral. Alih-alih ikut menyebarkan, warganet diminta melakukan cek fakta, menjaga etika bermedia digital, serta melindungi diri dari potensi kejahatan siber yang kian marak memanfaatkan isu sensasional. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website