Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Banjir Belum Surut, Lumpur Aceh Jadi Rebutan! Prabowo Bilang Ada Swasta Mau Ambil

Topik Berita: Bencana Sumatera

Bencana Sumatera

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

DPP FPI Hilal Merah Indonesia Salurkan 1,2 Ton Beras untuk Korban Banjir di Aceh Timur

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

HILMI-FPI Pusat Tinjau Langsung Pemulihan Pasca-Banjir Bandang di Pidie Jaya

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

TNI Kebut Pembangunan Jembatan Bailey Blang Reubik–Buket Sendang Aceh Utara

BANDA ACEH – Belum tuntas warga Aceh mengeringkan rumah dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang, sebuah kabar mengejutkan justru datang dari pemerintah pusat.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ada pihak swasta yang menyatakan minat untuk memanfaatkan material lumpur yang menumpuk di berbagai titik banjir Aceh.

Pernyataan ini langsung memantik perhatian publik karena datang di tengah upaya evakuasi dan normalisasi pascabencana.

Prabowo menyampaikan informasi tersebut saat menggelar rapat koordinasi penanganan banjir di Aceh Tamiang.

Di hadapan para menteri dan pejabat daerah, ia menyebut bahwa lumpur yang dianggap sebagai beban bagi warga, ternyata dilirik sebagai komoditas bernilai bagi sektor tertentu.

Berita Lainnya:
Mobil Alphard Ditolak Isi Pertalite, Oknum Polisi Aniaya Karyawan SPBU di Cipinang hingga Gigi Copot

Menurutnya, sejumlah perusahaan menyampaikan ketertarikan memanfaatkan material itu untuk kebutuhan industri dan rekayasa pembangunan.

“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana.”

“Jadi tidak hanya di sungai, tetapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan ini saya kira bagus sekali (kalau ada swasta beli lumpur),”

Ucapnya dikutip dari HARIANACEH.co.id dari laman beritasatu Kamis (1/1/2026).

Ucapan ini langsung menjadi sorotan karena membuka wacana baru apakah lumpur pascabanjir bisa menjadi peluang bisnis di tengah bencana?

Lumpur Jadi Masalah Serius di Aceh

Banjir bandang yang melanda Aceh akhir Desember 2025 meninggalkan tumpukan material luar biasa besar.

Sungai-sungai di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan sekitarnya dilaporkan dangkal akibat endapan lumpur, pasir, dan batu.

Warga juga masih berjibaku membersihkan halaman rumah, sawah, hingga jalan desa yang tertutup material setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Berita Lainnya:
Guru Besar UPN Veteran Yogyakarta Apresiasi Kesigapan Polda Aceh Tangani Bencana

Normalisasi sungai menjadi fokus utama pemerintah, mengingat alur air banyak tersumbat sehingga memperburuk risiko banjir lanjutan.

Pemerintah mengerahkan alat berat dari TNI, BNPB, dan Kementerian PUPR untuk mempercepat pengerukan.

Dalam situasi itulah muncul kabar bahwa pihak swasta justru melihat nilai pada lumpur tersebut.

Meski tidak dijelaskan siapa perusahaan yang dimaksud, pemerintah memastikan bahwa kajian lebih lanjut akan dilakukan untuk menilai apakah pemanfaatan ini memungkinkan tanpa mengganggu proses pemulihan.

Kenapa Lumpur Bisa Bernilai?

Dalam sejumlah industri, material lumpur dari sungai dan bantaran hulu dapat digunakan untuk:

  1. bahan timbunan konstruksi,
  2. material dasar pengerjaan tanah,
  3. campuran industri tertentu dan
  4. bahan perbaikan lahan.

Namun pemanfaatannya harus melalui analisis laboratorium, terutama untuk memastikan kadar mineral, kandungan berbahaya, dan kelayakan industrinya.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya