UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALAFRIKA

Perang Saudara Di Sudan Memasuki Tahun Ketiga, Krisis Kemanusiaan Memburuk

SUDAN – Perang saudara antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang dimulai pada April 2023 terus berkecamuk dan memperburuk kondisi warga sipil di seluruh negeri.

Konflik ini bermula dari perebutan kekuasaan antara dua kekuatan militer yang sebelumnya bersekutu setelah jatuhnya rezim Omar al-Bashir.

RSF telah berhasil merebut El-Fasher, ibu kota North Darfur, setelah pengepungan panjang selama berbulan-bulan. Dalam kunjungan pertama tim PBB sejak jatuhnya kota itu, kondisi di El-Fasher digambarkan sebagai “adegan kejahatan (crime scene)” dengan kerusakan luas, fasilitas dasar yang hancur, dan sebagian besar penduduk telah mengungsi.

Seorang pejabat PBB menyatakan bahwa banyak penduduk tidak lagi memiliki akses ke makanan, air bersih, atau layanan kesehatan, sementara kerusakan infrastruktur parah membuat bantuan kemanusiaan sulit dijangkau.

Berita Lainnya:
Tragis! Influencer Kuliner Tewas Usai Santap ‘Kepiting Setan’ demi Konten

Konflik berdampak luas terhadap penduduk sipil. Laporan dari lembaga internasional FAO menunjukkan bahwa puluhan juta orang kini membutuhkan bantuan kemanusiaan dan banyak wilayah menghadapi ancaman kelaparan akut karena terganggunya pasokan makanan dan serangan yang memblokir rute bantuan.

Selain itu, berbagai organisasi hak asasi internasional mengecam serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan fasilitas publik lainnya. Amnesty International menyatakan RSF harus segera menghentikan serangan terhadap warga tak bersenjata dan memberikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Berita Lainnya:
Pidato Menlu AS Serukan Eropa-Amerika Kembali Menjajah Negara-Negara Selatan

Reaksi internasional terhadap krisis ini terus meningkat. Kelompok negara G7 mengecam serangan terhadap warga sipil dan mendesak gencatan senjata serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam konflik tersebut.

Sementara itu, upaya diplomatik untuk menghentikan perang berlanjut, termasuk ajakan agar semua pihak menerima gencatan senjata kemanusiaan untuk membuka jalur bantuan bagi warga yang terjebak dalam konflik.

Krisis ini telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan pengungsi internal, fasilitas kesehatan yang kolaps, dan angka kematian yang terus meningkat di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

image_print
author avatar
Hamdani Researcher
Executive Writer di Harian Aceh Indonesia | Researcher
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

22 Feb 2026

Dari Data ke Empati
A

Redaksi

22 Feb 2026

Atas Nama Bencana
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Reaksi

Berita Lainnya