BANDA ACEH – Dokter Tompi mengungkapkan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengalami kondisi yang namanya Ptosis. Apa itu?
Melalui unggahan Instagram terbaru, Dokter Tompi menjelaskan bahwa wajah yang terlihat mengantuk dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah suatu kondisi yang dalam dunia medis dikenal dengan Ptosis. Kenapa dr Tompi mengungkap informasi ini?
Selidik punya selidik, Dokter Tompi tidak secara tiba-tiba membahas soal Ptosis yang dialami Wapres Gibran. Dia menyampaikan informasi itu sebagai bentuk edukasi kepada Pandji Pragiwaksono yang menurutnya kurang bijak mengkritik Wapres Gibran, tapi berdasarkan kondisi fisik.
“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” kata Dokter Tompi, dikutip Minggu (4/1/2026).
Dia melanjutkan, “Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon.”
Lantas, apa sebetulnya Ptosis? Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini.
Apa Itu Ptosis?
Ptosis atau Blepharoptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun karena berkurangnya kekuatan otot yang berfungsi untuk mengendalikan kelopak mata. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua kelopak mata.
Dalam kasus yang cukup parah, ptosis dapat menutupi sebagian besar atau bahkan seluruh pupil, sehingga dapat mengganggu penglihatan.
Seperti yang disampaikan dr Tompi di atas, ptosis bisa terjadi sejak lahir (congenital) atau di kemudian hari (acquired). Jika terjadi secara tiba-tiba, ptosis umumnya dikaitkan dengan kondisi medis serius seperti pada otak, saraf, atau rongga mata.
Menjadi perhatian bersama, ada beberapa gejala atau tanda munculnya ptosis jika terjadi bukan karena bawaan sejak lahir. Apa saja gejala tersebut?
Gejala Ptosis
Gejala umum ptosis adalah turunnya salah satu atau kedua kelopak mata yang menutup sebagian atau bahkan seluruh pupil, sehingga turut mengganggu penglihatan. Selain itu, gejala umum lainnya meliputi:
– Lipatan pada kelopak mata atas terlihat tidak simetris
– Memiliki kebiasaan mengangkat dagu atau menaikan alis agar dapat melihat dengan jelas
– Nyeri leher atau sakit kepala akibat terlalu sering mengangkat dagu
– Kelainan pergerakan bola mata
Sebagai upaya pencegahan, sejatinya ptosus tidak dapat dicegah, terutama ika bersifat bawaan. Tapi, sejumlah cara dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya ptosis yang bersifat acquired. Ini yang bisa dilakukan:

























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler