BANDA ACEH – Fenomena full link video viral botol Coca Cola di TikTok ramai diperbincangkan sejak awal 2026. Video ini diklaim menampilkan “adegan sensasional”.
Namun faktanya, hanyalah cuplikan polos berdurasi 24 detik berupa botol minuman yang tampak bergoyang di atas meja.
Narasi provokatif seperti “yang kuat mental”, “diamankan polisi”, hingga “versi full 2 menit” terbukti hanya jebakan clickbait berbahaya. Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan yang beredar.
Asal-usul dan Isi Video Viral Botol Coca Cola
Video pertama kali muncul akhir Desember 2025 dari akun TikTok anonim. Klip tersebut menampilkan:
Botol Coca Cola dingin
Meja gelap dengan efek cahaya minim
Embun dan getaran kecil yang memicu ilusi visual
Efek ini kemudian dipelintir dengan narasi mistis maupun asusila. Padahal, sebagian besar analis menyebutnya hanya efek fisika sederhana atau editan CapCut, tanpa konten tersembunyi apa pun.
Durasi Video yang Sebenarnya Beredar
Klip Asli: 24 detik, di-loop untuk meningkatkan engagement
Versi Hoax: Klaim 1–2 menit dengan judul “full video”, berisi iklan atau redirect
Tidak ada versi resmi berdurasi panjang. Semua klaim “full link” dipastikan palsu dan menyesatkan.
Bahaya Serius Jika Klik Link Video Viral
Mengklik link “full video” justru berisiko tinggi. Berikut ancaman yang sering muncul:
Malware & Ransomware: Merusak HP dan mencuri data
Phishing: Mengambil OTP, akun bank, dan media sosial
Spam & Scam: Redirect ke judi online atau crypto palsu
Risiko Hukum: Narasi asusila bisa melanggar UU ITE
Kebocoran Privasi: IP dan lokasi pengguna dapat dilacak
Dampak Sosial Fenomena Clickbait Awal 2026
Tren ini memicu lonjakan pencarian hingga ratusan persen. Polanya mirip kasus Golda, Teh Pucuk, hingga bocil Block Blast sebelumnya, konten pendek, minim isi, namun penuh spekulasi.
Pihak Coca Cola sendiri tidak mengeluarkan pernyataan resmi dan tetap fokus pada kampanye produk mereka.






























































































