GAZA – Israel dilaporkan telah menyetujui pembukaan kembali Penyeberangan Rafah dengan pengamanan ketat, menyusul penutupan berkepanjangan selama agresi militer di Jalur Gaza. Informasi tersebut dilaporkan Radio Tentara Israel pada Sabtu (waktu setempat).
Menurut laporan tersebut, kepemimpinan politik Israel memberikan persetujuan untuk membuka kembali Rafah Crossing guna memungkinkan warga Gaza keluar dari wilayah tersebut serta kembali masuk. Saat ini, badan-badan keamanan Israel disebut tengah merampungkan persiapan teknis dan prosedural terkait pembukaan kembali penyeberangan tersebut.
Radio Tentara Israel melaporkan bahwa warga Gaza yang kembali melalui Rafah akan menjalani pemeriksaan keamanan yang sangat ketat, termasuk inspeksi menyeluruh sebelum diizinkan masuk.
Penyeberangan Rafah diketahui ditutup selama berlangsungnya perang di Gaza, tanpa izin kembali bagi warga yang meninggalkan wilayah tersebut, bahkan bagi mereka yang sebelumnya keluar dengan persetujuan otoritas Israel. Bulan lalu, Israel juga menyatakan hanya akan mengizinkan keberangkatan satu arah dari Gaza menuju Mesir, tanpa jaminan kepulangan.
Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Palestina maupun Mesir terkait waktu pasti pembukaan kembali Rafah Crossing dan mekanisme pelaksanaannya. Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Gaza masih dilaporkan memprihatinkan akibat pembatasan pergerakan dan akses keluar-masuk wilayah tersebut.






























































































