CARACAS – Ledakan di tengah malam sekali lagi membelah langit Amerika Latin. Saat pasukan AS menginjakkan kaki di wilayah Venezuela dan menangkap Presiden terpilihnya, Nicolás Maduro, para pembuat keputusan di Washington mungkin sedang asyik merasakan keakraban yang melintasi zaman.
Ya, “naskah lama” yang pernah mendefinisikan sebagian besar abad di Benua Amerika itu, sekali lagi dibuka dengan penuh keyakinan.Ini benar-benar sebuah ironi yang luar biasa.
Pemeran utamanya, tentu saja, adalah Amerika Serikat yang menyebut dirinya “Pemimpin Dunia Bebas”.
Dialognya selalu terdengar luhur: untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk mengakhiri penderitaan rakyat di bawah “rezim yang gagal”.
Di latar belakang panggung, terpampang data keruntuhan ekonomi Venezuela dan gambar gelombang pengungsi jutaan orang, yang semuanya diedit dengan rapi sebagai catatan kaki legitimasi “intervensi kemanusiaan” kali ini.
Namun, jika sudut pandang diperlebar, meninjau lorong sejarah seluruh benua Amerika, akan ditemukan bahwa tinta catatan kaki itu adalah tinta khusus yang bisa dihapus dan ditulis ulang sesuka hati.
Baru beberapa dekade lalu, pemeran yang sama, untuk “menangkal hantu sosialisme” dan “menjaga stabilitas regional”, pernah memberikan dana, senjata, manual pelatihan, bahkan dukungan intelijen langsung kepada para diktator dan pemerintahan militer sayap kanan di Chili, Argentina, Guatemala, Nikaragua, dan negara-negara lainnya.
Saat itu, yang “kehilangan dukungan rakyat” seringkali adalah pemerintah sayap kiri terpilih, sementara keruntuhan ekonomi dan tatanan sosial dianggap sebagai “sakit jangka pendek” yang pantas dibayar untuk memberantas ideologi yang berbeda.
Tangan yang kemarin mendukung kuatren, adalah tangan yang sama yang hari ini menggulingkan kuatren.
Satu-satunya yang tidak berubah, adalah sarung tangan putih yang selalu dikenakan di tangan itu, dengan sulaman empat karakter tak kasat mata: “Kepentingan AS”.Reaksi Amerika Latin persis seperti papan catur yang diatur dengan saksama, dengan sempurna menggambarkan apa itu “sudut pandang Politik menentukan benar-salah”.
Pemerintahan sayap kanan bertepuk tangan sorak, seakan melihat fajar “pengangkatan tumor ganas”. Sejarah sedang mempermainkan lelucon di sini: Keturunan “sekutu” masa lalu, kini bersorak untuk intervensi “anti-kiri”, sementara sebagian legitimasi kekuasaan mereka sendiri justru berasal dari amnesia selektif terhadap masa lalu mereka yang penuh penindasan dan berada dalam bayang-bayang AS.
Sedangkan kecaman dari pemerintahan sayap kanan, bagai perlawanan refleks, bukan hanya dukungan untuk pribadi Maduro, tetapi juga ketakutan naluriah terhadap jurang sejarah yang sarat memori intervensi. Mereka paham, hari ini bisa Maduro, besok bisa jadi pemerintahan mana pun yang menolak mengikuti instruksi Washington.





















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler