DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

Sejumlah Negara Kecam Agresi AS terhadap Venezuela, Rusia dan China Nyatakan Solidaritas

MOSKOW – Sejumlah negara menyampaikan kecaman keras terhadap agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang dilaporkan berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro. Rusia, China, Prancis, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela dalam percakapan telepon dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu.

Lavrov menegaskan “solidaritas teguh dengan rakyat Venezuela dalam menghadapi agresi bersenjata” dan menekankan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut. Kedua pihak, menurut Kemenlu Rusia, sepakat bahwa jalan keluar dari krisis harus ditempuh melalui dialog.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa Delcy Rodriguez berada di Rusia, dan menyebut kabar tersebut sebagai berita palsu, sebagaimana dilaporkan kantor berita TASS.

Berita Lainnya:
Videonya Viral, Siapa Gabriela Rico Jimenez? Wanita yang Sebut Klub Epstein Makan Daging Manusia?

Selain itu, Rusia menyerukan kepada Amerika Serikat agar segera membebaskan Presiden Venezuela yang terpilih secara sah beserta istrinya.

Kecaman juga datang dari China. Kementerian Luar Negeri China menyatakan keterkejutan mendalam dan mengecam keras penggunaan kekuatan oleh AS terhadap negara berdaulat.

“China sangat terkejut dan dengan tegas mengutuk penggunaan kekuatan oleh AS terhadap negara berdaulat serta tindakan kekerasan terhadap presiden suatu negara,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

China menegaskan penolakannya terhadap apa yang disebut sebagai perilaku hegemonik AS yang dinilai melanggar hukum internasional, mencederai kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan kawasan Amerika Latin dan Karibia. Beijing juga mendesak AS untuk mematuhi hukum internasional serta prinsip-prinsip Piagam PBB.

Berita Lainnya:
Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Sikap serupa disampaikan Prancis. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menilai operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro bertentangan dengan prinsip dasar hukum internasional.

Dalam unggahan di platform X, Barrot menyatakan bahwa penggunaan kekuatan tersebut melanggar prinsip larangan penggunaan kekerasan yang menjadi landasan hukum internasional. Ia menegaskan bahwa tidak ada solusi politik berkelanjutan yang dapat dipaksakan dari luar, dan masa depan suatu negara hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas agresi AS terhadap Venezuela dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menjadi preseden berbahaya.

image_print
author avatar
Hamdani Researcher
Executive Writer di Harian Aceh Indonesia | Researcher
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan

Reaksi

Berita Lainnya