DUNIA
INTERNASIONALEROPA

Swiss Selidiki Manajemen Bar Crans-Montana Usai Kebakaran Tewaskan 40 Orang

CRANS-MONTANA – Otoritas Swiss membuka penyelidikan kriminal terhadap manajemen sebuah bar di kota resor ski Crans-Montana, Swiss, menyusul kebakaran mematikan yang terjadi pada Malam Tahun Baru dan menewaskan sedikitnya 40 orang.

Polisi Kanton Valais pada Sabtu (waktu setempat) mengonfirmasi bahwa investigasi pidana telah diluncurkan terhadap dua manajer bar Le Constellation, lokasi terjadinya kebakaran. Selain 40 korban tewas, sebanyak 119 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius.

Penyelidikan dilakukan di bawah arahan Kantor Kejaksaan Publik Valais setelah hasil awal investigasi menunjukkan adanya dugaan kelalaian. Kedua manajer bar tersebut diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, cedera fisik karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian.

Jaksa Agung Valais, Beatrice Pilloud, pada Jumat menyatakan bahwa temuan awal mengindikasikan kebakaran dipicu oleh lilin berkilau yang dipasang pada botol sampanye dan ditempatkan terlalu dekat dengan langit-langit, sehingga memicu api dengan cepat.

Namun demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam pembaruan terbaru, otoritas Swiss mengonfirmasi bahwa empat korban pertama telah berhasil diidentifikasi. Mereka terdiri atas dua perempuan warga negara Swiss berusia 21 dan 16 tahun, serta dua laki-laki warga Swiss berusia 18 dan 16 tahun.

Polisi Valais menyatakan jenazah keempat korban tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban meninggal lainnya serta korban luka masih terus berlangsung.

Pihak kepolisian menambahkan bahwa tidak akan ada informasi tambahan yang dirilis pada tahap ini demi menghormati privasi dan duka keluarga para korban.

Hingga kini, otoritas Swiss menegaskan jumlah korban tewas dalam kebakaran tersebut mencapai 40 orang, dengan 119 orang lainnya mengalami luka-luka.

image_print
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website