BANDA ACEH – Bentrokan sempat terjadi antara oknum personel Brimob Batalyon B Pelopor dan anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo usai pertandingan sepak bola di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.Insiden tersebut dipastikan berakhir damai dan situasi kini telah kondusif.
Peristiwa itu terjadi di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, pada Minggu (4/1/2026) sore.
Akibat kejadian tersebut, beberapa personel Brimob Batalyon B Pelopor dilaporkan mengalami luka memar pada bagian wajah.
Konologi Kejadian
Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, menjelaskan bentrokan dipicu oleh kesalahpahaman antaroknum saat pertandingan sepak bola pencarian bibit atlet yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan berakhir.
“Awalnya sejumlah personel Yonif TP 871 bergerak memasuki area lapangan setelah pertandingan selesai. Personel Brimob yang berjaga mengira hal tersebut merupakan bagian dari selebrasi atau yel-yel kemenangan,” ujar AKBP Ali Rais.
Namun, sekitar dua menit kemudian situasi berubah memanas ketika sejumlah oknum anggota Yonif TP 871 mendekati posisi personel Brimob.
Kesalahpahaman tersebut berujung pada aksi pemukulan secara bersama-sama.
Insiden pertikaian fisik itu berlangsung sekitar delapan menit.
Sekira pukul 17.40 Wita, situasi berhasil dikendalikan oleh pimpinan masing-masing satuan yang berada di lokasi.
Kedua belah pihak kemudian dibubarkan dan kondisi di Lapangan Lakarada dinyatakan kondusif.
Berakhir Damai
AKBP Ali Rais menegaskan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kesalahpahaman di lapangan dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Situasi saat ini sudah kondusif dan selesai secara damai,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger, Minggu malam.
Polres Buton segera berkoordinasi dengan Komandan Kodim 1413 Buton, Sekretaris Daerah Buton, Komandan Yonif TP 871/La Maindo, serta Komandan Brimob Batalyon B Pelopor.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pimpinan sepakat untuk meredam situasi dan menginstruksikan kepada pasukan agar permasalahan tidak berlanjut.
“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh pasukan bahwa kesalahpahaman ini telah selesai dan tidak boleh diperpanjang,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Bupati Buton Selatan selaku inisiator turnamen dijadwalkan mempertemukan kembali pimpinan kedua belah pihak di Lapangan Lakarada pada Senin (5/1/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat kembali hubungan antarinstansi serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah Buton Selatan tetap terjaga pascainsiden.


























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler