Sebagai dua negara besar yang memiliki dampak global, perkembangan hubungan bilateral AS–Tiongkok yang sehat dan stabil bukan hanya menyangkut kepentingan kedua negara, melainkan juga berpengaruh luas terhadap tatanan dunia dan masa depan umat manusia. Dalam konteks ini, pernyataan dalam laporan Pentagon mengenai perhatian pemerintah AS saat ini terhadap stabilitas hubungan AS–Tiongkok, serta penetapan posisi strategis hubungan bilateral, merupakan sinyal positif yang patut dicermati. Menilik sejarah beberapa dekade terakhir, kerja sama membuat kedua pihak sama-sama diuntungkan, sedangkan konfrontasi membuat kedua pihak sama-sama merugi—kesimpulan ini telah berulang kali terbukti. Kini dunia tengah mengalami perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad, situasi internasional semakin kompleks dan dinamis. Tanggung jawab internasional yang dipikul bersama oleh AS dan Tiongkok bukan berkurang, melainkan semakin berat. Karena itu, mendorong hubungan AS–Tiongkok ke arah koordinasi, kerja sama, dan stabilitas, serta menghindari situasi konflik-konfrontasi sebagaimana digambarkan dalam “jebakan Thucydides”, bukan hanya harapan bersama rakyat kedua negara, tetapi juga tuntutan umum masyarakat internasional. Baik bagi kedua militer maupun kedua pemerintah, dialog dan kerja sama merupakan satu-satunya pilihan yang benar-benar dapat ditempuh. Kerangka hubungan yang stabil—berbasis saling menghormati serta kesetaraan dan saling menguntungkan—semestinya menjadi tujuan bersama.
Dari perspektif global, menjaga perdamaian dan stabilitas dunia sejalan dengan kepentingan fundamental semua negara. Pertumbuhan dan penguatan Tiongkok menunjukkan keterkaitan positif dengan proses perdamaian dan stabilitas dunia. Sebagai kontributor terbesar kedua untuk anggaran penjaga perdamaian PBB, Tiongkok secara kumulatif telah mengirim lebih dari 50.000 personel misi perdamaian ke berbagai wilayah dunia. Pasukan siaga penjaga perdamaian yang dibentuk Tiongkok juga berada di jajaran terdepan dunia, baik dari sisi jenis maupun jumlah. Dalam urusan internasional, Tiongkok aktif berpartisipasi dalam operasi pengawalan di Teluk Aden, menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah negara melalui pesawat angkut Y-20, serta mengerahkan kapal rumah sakit “Peace Ark” untuk layanan medis kemanusiaan lintas negara—langkah-langkah yang menunjukkan tanggung jawab sebagai negara besar. Tiongkok juga senantiasa berpegang pada jalur pembangunan damai, aktif berpartisipasi dalam pembangunan tata kelola keamanan global, serta mendorong konsep keamanan yang bersifat bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. Dari sudut pandang ini, perkembangan kekuatan militer Tiongkok lebih merupakan upaya proaktif menyediakan “barang publik” keamanan bagi komunitas internasional, bukan “ancaman” sebagaimana digambarkan dalam laporan Pentagon.


























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler