BANDA ACEH — Polemik pertemuan Eggi Sudjana dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi kembali mencuat setelah Refly Harun mengungkap isi pesan WhatsApp (WA) yang dikirim Eggi pada pukul 22.06, Selasa (13/1/2026) malam ini, saat menjadi tamu di acara talkshow salah satu TV nasional.
Dalam pesan tersebut, kata Refly Harun, Eggi yang merupakan tersangka terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, menyebut kunjungannya ke rumah Jokowi dilandasi alasan ideologis dan religius, bukan kepentingan pribadi maupun tekanan Politik, apalagi minta maaf.
Refly Harun membacakan pesan itu secara terbuka di acara Rakyat Bersuara di Inews TV, Selasa malam.
“Demi Allah, Subhanallāh wa ta‘ala, saya BES (Bang Eggi Sudjana-Red) ke rumah Pak Joko Widodo atas imbauan banyak pihak dan segala kepentingan mereka. Itu semua saya tolak mulai dari 4 bulan lalu,” kata Refly.
Menurut Refly, Eggi menegaskan, dirinya datang ke rumah Jokowi setelah menerima imbauan banyak pihak yang selama empat bulan sebelumnya selalu ia tolak.
Eggi bahkan mengaitkan keputusannya dengan perenungan atas Al-Qur’an Surah Taha ayat 41–46, yang berisi perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Firaun dengan sikap lemah lembut, meski diwarnai rasa takut.
“Kemudian saya membaca Al-Qur’an Surah Taha ayat 41 sampai ayat 46, Intinya Allah perintah kepada nabi Musa dan nabi Harun untuk datangi Firaun, ingatkan dia, muda-muda dia sadar. Tapi kalian berdua berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut. Lalu Musa khawatir, takut, namun Allah menjaminnya, jangan takut,” kata Refli membacakan pesan WA Eggi.
“Itulah alasan ideologis saya mau berkunjung ke JKW. Bagi yang tidak percaya, no problem,” tulis Eggi dalam pesan tersebut, sembari menutup dengan pernyataan bahwa dirinya tidak sedang sakit.
Namun, pernyataan itu justru menuai respons kritis dari Razman Arif Nasution, yang juga menjadi tamu dalam acara tersebut.
Pengacara yang mengaku telah empat tahun bersama Eggi itu mengaku bingung dengan jalan pikiran seniornya.
Razman menilai ada kontradiksi antara tujuan silaturahmi dengan analogi yang digunakan Eggi dalam menjelaskan pertemuan tersebut.
“Datang bersilaturahmi, tapi yang ditemui dianalogikan seperti Firaun dalam Surah Taha. Itu yang membuat saya bingung,” ujar Razman.
Razman juga menegaskan bahwa dirinya tidak yakin pertemuan Eggi dengan Jokowi benar-benar berangkat dari perbandingan ideologis sebagaimana yang disampaikan.
Ia mengingatkan Eggi agar tidak terus memperpanjang polemik yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.































































































