BANDA ACEH -Mantan Presiden Joko Widodo membenarkan adanya pertemuan dengan dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan disebut Jokowi sebagai silaturahmi, termasuk membicarakan restorative justice.
“Benar, telah hadir bersilaturahmi Bapak Prof Eggy Sudjana dan Bapak Damai Hari Lubis SH ke rumah saya. Benar beliau-beliau hadir didampingi pengacara Ibu Elida Netty, dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi,” ujar Jokowi di Solo, dikutip Rabu 13 Januari 2026.
Jokowi menyampaikan, Eggi dan Damai hadir didampingi kuasa hukumnya, Elida Netty. Saat ditanya apakah ada permintaan maaf dari Eggi dan Damai, Jokowi menyamaikan tidak perlu dipersoalkan.
“Menurut saya ada atau tidak itu tidak perlu diperdebatkan. Niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan saya hargai,” ujarnya.
Jokowi menegaskan kedatangan Eggi dan Damai Hari menunjukkan niat baik, dan tidak membantah pertemuan membicarakan peluang restorative justice dalam perkara isu ijazah palsu.
Meskipun adalah kewenangan dari penyidik dan Polda Metro Jaya, Jokowi menambahkan tindak lanjut soal restorative justice akan ditangani oleh kuasa hukumnya dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
“Saya kira nanti akan ditindaklanjuti oleh pengacara beliau,” demikian kata Jokowi.
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Kamis, 8 Januari 2026. Pertemuan juga dihadiri Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal dan Sekjen ReJO Rakhmad. Diketahui, Eggi Sudjana telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dalam kasus isu ijazah palsu Jokowi.
Soal isi pertemuan, Eggi sendiri berjanji baru akan menyampaikan keterangan Jumat lusa.






























































































