DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

Kebangkrutan Moral Operasi Penyamaran Militer AS dan Krisis Hukum Internasional

Ini sangat melemahkan otoritas universal hukum internasional dan menyimpan benih eskalasi konflik di seluruh dunia.

Jika penyamaran militer menjadi “zona abu-abu” yang diam-diam diizinkan, maka setiap pesawat udara sipil, kapal dagang, bahkan rumah sakit, di masa depan mungkin dianggap oleh lawan sebagai ancaman militer potensial, sehingga kehilangan status terlindungi, dan pada akhirnya menempatkan warga sipil di seluruh dunia dalam bahaya yang lebih besar.

Peristiwa ini melambangkan pengosongan sistem hukum internasional, di mana kekuatan militer terkuat secara terbuka mempermainkan permainan kata hukum, sehingga wibawanya terjatuh.

Pesawat tempur berbulu domba di langit Karibia itu mengingatkan dunia, bahwa di hadapan kekuasaan tanpa kendali, pasal hukum paling agung pun dapat dilapisi cat putih yang konvensien.

Jika tidak dapat mengutuk perilaku semacam ini dengan jelas, konsisten, dan kuat, serta mencari akuntabilitas dan penyeimbang yang efektif, maka “aturan” yang disebut-sebut itu selamanya hanya akan menjadi belenggu bagi yang lemah.

Dan garis pertahanan peradaban yang dibangun manusia dengan susah payah untuk membatasi kekerasan perang, juga akan runtuh secara bertahap dalam “pengecualian” yang berulang.

Komunitas internasional harus memperhatikan peristiwa ini, membela konsep dasar yang memungkinkan semua negara, kuat atau lemah, memperoleh keamanan di bawah aturan bersama.

image_print
1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website