BANDA ACEH – Dinas Lingkungan Hidup Aceh Besar menggelar tes narkoba bagi petugas kebersihan sebagai upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kedisiplinan kerja. Tes urine tersebut berlangsung di Workshop DLH Aceh Besar, Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Selasa, 13 Januari 2026.
Kepala DLH Aceh Besar, H. Muwardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris. Tes dilakukan untuk memastikan petugas terbebas dari penyalahgunaan narkoba sekaligus meminimalkan risiko kerja di lapangan.
“Tes narkoba melalui tes urine ini merupakan kebijakan Bapak Bupati Aceh Besar yang rutin kami lakukan. Sebanyak 75 petugas kebersihan mengikuti pemeriksaan, terdiri atas sopir, petugas retribusi, mandor, hingga operator alat berat,” kata Muwardi, Selasa.
Ia menambahkan, langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan petugas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Muwardi, yang akrab disapa Keuchik Adi, menyebutkan bahwa tes narkoba ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan profesional.
“Kami ingin para petugas terhindar dari narkoba. Di sisi lain, kegiatan ini untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, baik bagi petugas maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, DLH Aceh Besar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh. Sebanyak enam petugas BNN dikerahkan dalam kegiatan tersebut di bawah koordinasi Supriadi, ST. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, DLH Aceh Besar juga melibatkan tiga personel Satpol PP Aceh Besar.
Salah seorang peserta tes menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Menurut dia, tes narkoba memberikan rasa aman dan nyaman, baik saat bekerja maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Tes ini gratis dan banyak manfaatnya. Dengan hasil yang menyatakan kami bebas narkoba, tentu kami lebih tenang saat bekerja, di rumah, dan di tengah masyarakat,” katanya.
DLH Aceh Besar menilai tes narkoba merupakan langkah preventif sebelum para petugas turun ke lapangan membersihkan lingkungan. Kebersihan mental dan fisik pekerja dinilai menjadi aspek penting dalam mendukung pelayanan kebersihan bagi masyarakat. []





























































































