UPDATE

Salam.life
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Menebar Keberkahan di Balik Etalase: Kisah 7 Srikandi Steling Sedekah Lhokseumawe Memulihkan Harapan Pasca Banjir

Topik Berita: Bencana Sumatera

LHOKSEUMAWE – Di sudut halaman parkir Masjid Jamik Lhokseumawe, sebuah etalase sederhana menjadi saksi bisu sebuah gerakan besar. Bukan sekadar tempat menaruh makanan, etalase yang dikenal dengan nama Steling Sedekah Lhokseumawe (SSL) ini telah bertransformasi menjadi simbol solidaritas kemanusiaan di Aceh Utara.

Berawal dari sebuah tren positif “Jumat Berkah” di kota-kota besar, tujuh wanita tangguh—Ummiyati, Anisa Farzana, Desi Mauliana, Agnes Octavianty, Eka H Putri, Putri Lawrena, dan Ruri Chindriani—memutuskan untuk membawa semangat tersebut ke tanah Serambi Mekkah. Tepat pada 23 November 2018, SSL resmi berdiri dengan misi sederhana namun konsisten: memberi tanpa henti.

Aksi Kaninus 16

Budaya Antre dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Sejak berdiri, kegiatan rutin SSL berfokus pada pembagian paket pangan setiap usai Salat Jumat. Namun, ada yang berbeda dari cara mereka bergerak. Di tengah keriuhan jamaah, ketujuh wanita ini menanamkan edukasi moral melalui “budaya antre”.

“Kami ingin berbagi dengan cara yang bermartabat. Tertib dan membiasakan antre adalah bagian dari proses sedekah itu sendiri,” ujar salah satu pengurus SSL kepada Harian Aceh Indonesia.

Menariknya, SSL tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan. Dana yang terkumpul dari donatur tetap maupun insidental dikelola secara cerdas untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Setiap pekan, pesanan makanan dan minuman digulirkan secara bergantian ke berbagai pelaku UMKM di Kota Lhokseumawe. Strategi ini menciptakan efek domino positif; perut jamaah terisi, dan kantong pedagang kecil terbantu.

Aksi Nyata di Tengah Kepungan Banjir Aceh

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Steling Sedekah Lhokseumawe SSL didirikan pada tgl 23 November 2018 yang beranggotakan Ummiyati Anisa Farzana Desi Mauliana Agnes Octavianty Eka H Putri Putri Lawrena dan Ruri Chindriani FOTODok SSL Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Dedikasi SSL diuji saat bencana melanda. Memasuki akhir tahun 2025, Aceh kembali berduka akibat banjir besar yang melanda berbagai wilayah pada 27 November lalu. Tak tinggal diam, sejak 30 November 2025 hingga hari ini, personel SSL masih berada di garis depan.

Bukan sekadar menyalurkan dari kejauhan, para srikandi ini memilih untuk terjun langsung ke titik-titik lokasi yang terisolasi. Fokus utama mereka adalah daerah dengan kategori dampak terparah yang seringkali luput dari jangkauan bantuan pemerintah maupun lembaga besar lainnya.

“Kami mengutamakan lokasi yang minim bantuan. Seringkali, warga di pelosok lebih membutuhkan kehadiran fisik dan dukungan moral, selain sekadar bantuan logistik,” ungkap perwakilan SSL saat ditemui di tengah distribusi bantuan pasca-banjir.

image_print
Series Navigation<< Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Aceh TamiangBanjir Merusak Rumah dan Jiwa Anak-anak Aceh, Relawan MDMC Ungkap Fakta di Lapangan >>
1 2
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.