Bencana Sumatera
ACEH TAMIANG – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 H, kepedulian terhadap warga terdampak bencana terus mengalir.
Melalui program kolaborasi sosial, Sinergi Pendaki Indonesia bersama Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) menyalurkan ratusan paket makanan sahur dan buka puasa bagi warga di wilayah terdampak bencana, Minggu (15/3/2026).
Aksi kemanusiaan ini dilakukan secara serentak di dua wilayah. Pada dini hari, relawan mendistribusikan paket sahur di Malang, Jawa Timur.
Sementara pada sore harinya, pendistribusian paket buka puasa difokuskan di Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.
Langkah ini diambil agar warga tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak meski di tengah kondisi sulit pascabencana.
Koordinator kegiatan dari Divisi Pasukan Bencana Alam (DPBA) Nusantara, Angkara, yang didampingi Korlap DPBA Nusantara, Abdul Samid, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata solidaritas terhadap sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan Ramadhan sekaligus memastikan saudara-saudara kita yang terdampak bencana tetap dapat menikmati santap sahur dan berbuka dengan layak. Momentum sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujar Angkara.
Dalam satu hari pelaksanaan, sedikitnya 300 paket makanan berhasil dibagikan.
Tak hanya menyalurkan bantuan fisik, para relawan juga berinteraksi langsung dengan warga untuk memberikan dukungan moral dan semangat agar mereka tetap tegar menghadapi situasi pascabencana.
Kolaborasi Multi-Pihak
Keberhasilan aksi ini merupakan hasil sinergi luas antara DPBA Nusantara dengan berbagai mitra, di antaranya Yayasan Al Amanah, Pendaki Sambat, Kabut Multy Sinergi, serta kolaborasi khusus bersama GRAS dan 24 organisasi/komunitas lainnya. Dukungan penuh juga mengalir dari para donatur yang mengedepankan semangat gotong royong.
Nurhabli Ridwan, perwakilan kolaborasi dari GRAS, menyampaikan apresiasinya atas ruang sinergi yang tercipta.
Ia menekankan bahwa bersedekah di penghujung Ramadhan memiliki makna spiritual yang sangat dalam.
“Kami berterima kasih atas kesempatan kolaborasi ini. Sedekah paling utama adalah di bulan Ramadhan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Berapapun yang diberikan, ini adalah peluang meraih keberkahan di sepuluh hari terakhir,” ungkap Nurhabli.
Program Berlanjut: THR PELIK
Aksi kemanusiaan ini tidak berhenti di sini. Panitia pelaksana mengumumkan agenda selanjutnya, yaitu program THR PELIK (Tunjangan Hari Raya bagi Penyintas Cilik) yang dikhususkan untuk anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang.
“Kami tetap membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Semoga apa yang kita lakukan mampu meringankan beban warga dan menghadirkan kehangatan Lebaran bagi mereka,” tutup Angkara.
Antusiasme warga dan dukungan berbagai komunitas menunjukkan bahwa kolaborasi sosial mampu menghadirkan harapan baru dan mempererat tali persaudaraan di tengah situasi darurat.































































































Beri Komentar