UPDATE

KOMUNITAS

Hadiri DIHAD 2026, Life for Relief and Development Serukan Transformasi dan Kemitraan Kemanusiaan Global

Di tengah eskalasi krisis global, organisasi kemanusiaan internasional ini menekankan pergeseran paradigma dari respons reaktif menuju kesiapsiagaan dini, transparansi donasi, dan kolaborasi lintas batas.

DUBAI — Konferensi Internasional Dubai untuk Bantuan dan Pembangunan (Dubai International Humanitarian Aid and Development/DIHAD) 2026 telah resmi usai digelar di Dubai World Trade Centre.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Mengusung tema “Kemanusiaan dalam Masa Transisi dan Membentuk Masa Depan Aksi Kemanusiaan”, ajang ini menjadi panggung strategis bagi Life for Relief and Development untuk menyerukan perlunya kemitraan yang lebih kuat serta respons yang lebih cepat, inovatif, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan DIHAD tahun ini berlangsung di tengah fase krusial perubahan sistem kerja kemanusiaan global. Semakin kompleksnya krisis—mulai dari konflik bersenjata, bencana iklim, hingga krisis ekonomi—menuntut adanya evaluasi terhadap mekanisme respons tradisional.

Kondisi ini memaksa lembaga kemanusiaan untuk beradaptasi dengan model yang lebih fleksibel dan proaktif, khususnya dalam menjangkau masyarakat terdampak di kawasan Timur Tengah dan berbagai belahan dunia lainnya.

Forum Raksasa: 21 Ribu Peserta dari 165 Negara

Sebagai salah satu peserta utama, Life for Relief and Development turut mengambil peran penting dalam forum ini.

Khalil Meek, Direktur Eksekutif Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya Life, menegaskan bahwa konferensi ini berfokus pada antisipasi masa depan aksi kemanusiaan di tengah meningkatnya perang, perpindahan penduduk, dan kesenjangan pendanaan.

“Tujuannya adalah bertukar pengalaman, membangun kemitraan, dan mengembangkan solusi praktis serta berkelanjutan untuk mendukung kelompok masyarakat yang paling rentan dan membutuhkan,” ujar Khalil.

Ia menambahkan bahwa Life menjadi bagian dari lebih dari 21.000 peserta dari 165 negara, bersama lebih dari 1.000 lembaga kemanusiaan.

Ajang ini menghadirkan 320 pembicara dalam lebih dari 260 sesi dan lokakarya, melibatkan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sektor swasta, lembaga donor, institusi akademik, hingga media internasional.

Konferensi ini menjadi ruang vital yang mempertemukan pengambil kebijakan, pakar, dan pelaksana lapangan untuk merumuskan respons krisis yang lebih terpadu.

Dari Respons Reaktif Menuju Kesiapsiagaan Dini

Dr. Abdul Wahab Alawneh, Direktur Kantor Regional Life untuk Timur Tengah, menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar respons reaktif menuju kesiapsiagaan dini.

Berbekal pengalaman lapangan selama 33 tahun, Life menekankan perlunya inovasi dalam memprediksi kebutuhan dan menjangkau wilayah konflik dengan lebih efisien.

“Kami berfokus pada bagaimana mengubah gagasan menjadi kenyataan praktis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan komitmen yang disampaikan selama konferensi berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Dr. Alawneh.

Ia mencontohkan keunggulan Life yang konsisten hadir di garis depan sejak hari pertama bencana atau konflik. Mulai dari wilayah yang terdampak gempa bumi dan banjir seperti di Libya, Maroko, dan Turki, hingga kawasan yang terkepung konflik seperti Gaza dan Lebanon.

Life terbukti berhasil menjangkau area sipil terpencil di bawah ancaman pengeboman yang kerap kali belum tersentuh oleh bantuan kemanusiaan lainnya.

Kemitraan Strategis dan Transparansi Donasi

Sementara itu, Nada Haroun, Direktur Kantor Life di Yordania, menekankan bahwa pengembangan aksi kemanusiaan bukan lagi tanggung jawab satu entitas, melainkan kolaborasi global.

“Kehadiran kami di sini adalah representasi dari misi dan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kemitraan internasional yang efektif serta pendanaan yang berkelanjutan. Inti dari aksi kemanusiaan haruslah martabat manusia dan kemampuannya untuk membangun masa depan yang lebih aman,” kata Nada.

Sebagai tindak lanjut nyata, setelah tahun lalu meraih Dubai Humanitarian Award untuk kemitraan paling efektif atas proyek kamp pengungsian di Jalur Gaza, tahun ini Life resmi menjalin kemitraan strategis dengan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab untuk memperkuat penyaluran bantuan bagi kelompok rentan.

Nada juga menyoroti isu transparansi donasi di era digital sebagai jembatan aman antara donatur dan penerima manfaat.

Penguatan regulasi dan akreditasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan dana tidak salah sasaran.

Komitmen terhadap transparansi ini menempatkan Life sebagai organisasi peringkat ketiga di dunia dalam pemberian bantuan kemanusiaan, serta peringkat kelima untuk operasi di Palestina dan pengentasan kemiskinan.

Life juga meraih penilaian sempurna 100% dari Charity Navigator, terakreditasi oleh United States Agency for International Development (USAID), dan dinobatkan sebagai salah satu organisasi kemanusiaan terbaik di AS oleh Impactful Ninja, dengan total penyaluran dana yang telah mencapai 666 juta dolar AS.

Melalui platform digital dan kemitraan global yang terus diperluas, Life for Relief and Development menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap sumber daya disalurkan secara transparan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Informasi lebih lanjut mengenai kampanye dan inisiatif kemanusiaan organisasi ini dapat diakses melalui laman resmi dan media sosial mereka di lifeusa.org. []

image_print

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.