NASIONAL
NASIONAL

4 Isi Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi hingga Berhasil SP3, Sindir Roy Suryo Cs Merasa Jagoan

BANDA ACEH  – Advokat senior sekaligus aktivis nasional Eggi Sudjana akhirnya angkat bicara secara terbuka menjelang keberangkatannya ke luar negeri untuk menjalani pengobatan, Jumat (16/1/2026).

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi atas berbagai spekulasi yang berkembang terkait pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo.

Dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV, Eggi meluruskan isu bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan permohonan maaf atau penyerahan diri, yang kemudian berujung pada penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang sempat menjeratnya.

1. Bukan Permintaan Maaf

Eggi menegaskan, penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) tidak boleh dimaknai sebagai pengakuan salah.

Ia menyebut langkah itu sebagai hasil dari dialog hukum yang berangkat dari argumentasi konstitusional, bukan kompromi personal.

Ia menepis anggapan bahwa kehadirannya di kediaman Jokowi merupakan upaya mencari pengampunan.

“Saya datang bukan untuk minta maaf, no way. Saya sampaikan kepada beliau bahwa saya tidak pantas ditersangkakan,” tegas Eggi, dilansir SURYA.co.id dari Wartakota.

Menurutnya, penetapan status tersangka terhadap dirinya sejak awal sudah keliru secara prosedural.

Eggi merujuk pada hak imunitas advokat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003, serta posisinya sebagai pelapor yang seharusnya dilindungi Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.

2. Dialog Konstitusional dan Pengingat Sumpah Presiden

Dalam pertemuan tersebut, Eggi mengaku secara langsung mengingatkan Jokowi tentang sumpah jabatan Presiden untuk menegakkan undang-undang secara lurus dan konsisten.

“Pertanyaan seriusnya, kenapa undang-undang yang ada justru dilanggar dalam proses penyidikan saya? Beliau merespons dengan sangat santun, ‘Inggih, inggih’,” tambah Eggi.

Eggi menjelaskan bahwa pendekatannya dilandasi oleh logika dialog dan tabayun sebagai jalan damai dalam menyelesaikan konflik hukum.

“Ini adalah logika metode. Bagaimana konflik antara benar dan batil bisa selesai dengan kedamaian? Caranya adalah dialog dan tabayun,” jelasnya.

Ia bahkan mengapresiasi sikap Jokowi dalam menerima kunjungan tersebut.

“Secara akhlak, saya harus akui beliau luar biasa. Beliau menerima kami dengan sangat baik, padahal beliau merasa sebagai pihak yang difitnah. Saya merasa dalam hal akhlak, Jokowi jauh lebih baik,” kata Eggi.

3. Sindiran ke Roy Suryo Cs

Dalam pernyataannya, Eggi juga melontarkan sindiran kepada sejumlah pihak yang menurutnya terlalu percaya diri dalam menghadapi Jokowi terkait isu ijazah.

image_print
1 2
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website