OPINI
OPINI

Hari Gizi Nasional, MBG Masih Prioritas?

SETIAP tanggal 25 Januari, negara kita memperingati Hari Gizi Nasional. Setiap peringatannya dianggap sebagai momentum penting dalam menggalang kepedulian serta meningkatkan komitmen berbagai pihak untuk Indonesia Sehat melalui penerapan konsumsi gizi seimbang dan dukungan terhadap produksi pangan yang berkelanjutan. Sekaligus menjadi sarana strategis dalam penyebarluasan informasi dan edukasi gizi kepada masyarakat secara luas.

Hari Gizi Nasional (HGN) tahun ini memasuki tahun ke-66, mengambil tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Diambilnya tema dan slogan tersebut untuk menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang serta mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dari pilihan makanan sehari-hari.

Banyak pihak turut memberi kontribusi , salah satunya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang lebih umum dengan nama Alfamart dengan menyalurkan 510.000 butir telur sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Di tahun 2025 lalu, Program ‘Satu Telur Sehari’ ini menyasar 2.700 anak di 34 kabupaten dan kota dengan prevalensi stunting tinggi, melalui pendampingan gizi terukur selama tiga hingga enam bulan.

Program ini dilengkapi dengan pemberdayaan keluarga, mencakup edukasi gizi bagi orang tua, penguatan peran ibu, dan pendampingan perubahan perilaku hidup sehat di rumah tangga. Pelaksanaan program berkolaborasi dengan dinas terkait dan kader posyandu setempat.

General Manager Corporate Communications Alfamart Rani Wijaya mengatakan HGN ini menjadi momentum tepat pengingat pentingnya konsistensi konsistensi intervensi gizi sejak usia dini yaitu melalui Program ‘Alfamart Sahabat Posyandu’, berfokus bukan hanya pemenuhan asupan gizi, tetapi juga pada penguatan keluarga sebagai lingkungan pertama tumbuh kembang anak.

Negara pun memiliki program unggulan dalam perbaikan gizi yaitu MBG dengan tujuan peningkatan gizi anak sekolah, ibu hamil dan menyusui sekaligus menghilangkan stunting tingkat nasional. MBG diluncurkan pertama kali tanggal 6 Januari 2025, dalam kurun satu tahun, telah berkembang pesat dengan menjangkau 55,1 juta penerima manfaat.

Dana APBN yang terserap pun sungguh fantastis yaitu Rp335 triliun di tahun 2026 ini. Naik Rp71 triliun dibandingkan tahun 2025. Terdiri dari pagu APBN Rp268 triliun dan dana cadangan Rp67 triliun, dengan alokasi per porsi makan sekitar Rp15.000 untuk bahan baku dan operasional.

Anggaran sebesar ini telah mengambil sebagian besar dari anggaran pendidikan, hampir 70 persen, belum cukup itu, sedemikian strategis hingga muncul kebijakan terbaru yang lagi-lagi menyakiti rakyat yaitu sebanyak 32 ribu pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, akan di diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai 1 Februari 2026. Kebijakan ini berdasarkan Perpres 115 Tahun 2025.

Kebijakan Gizi Untuk Siapa?

Satu sisi Program MBG, menunjukkan fakta ketika pemerintah fokus menyebutnya sebagai program strategi nasional maka sebuah kebijakan tak butuh waktu lama untuk disosialisasikan, sejak dari payung hukum, teknis pelaksanaan, siapa saja yang terlibat hingga kepastian jaminan sejahtera bagi yang terlibat, meski hanya sebagai sopir pengantar MBG, setidaknya upahnya sesuai UMR.

image_print
1 2 3 4 5
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website