Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Sosok Wanita yang Bikin Kasus Tukang Es Gabus Memanas Kini Diburu, Aspri Hotman: Ada yang Tahu?

Bukan untuk mencari nama, tapi hanya karena alasan kemanusiaan.

Ia lantas menegaskan kepada pihak Suderajat untuk segera menghubunginya.

Tak cuma 1, Hotman Paris akan mengirim 10 anggota teamnya untuk memberikan pendampingan hukum terhadap Suderajat.

“Kalau para naga (pengusaha) bayar saya mahal, tapi kalau kalau rakyat susah seperti ini, sudah ribuan orang kita tolong dan nggak ada munafik-munafikan mencari nama, aku udah terkenal, ngapain gue mencari nama, jadi kepada penjual es kue yang di medsos lagi rame sebagai korban silahkan bapak atau anaknya atau keluarganya menghubungi tim Hotman 911,” kata Hotman Paris.

“Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak hari ini juga kirim, hubungi kami segera,”

“Gampang kok menghubungi kita, hubungi wartawan kalau anda tidak tahu, suruh wartawannya agar hubungi saya kami akan menemui anda dan keluarga kamu, dimanapun anda mau, penjual es korban yang lagi ramai di medsos Hotman 911 siap,” tegasnya.

Berita Lainnya:
Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Dianiaya dan Difitnah

Perhatian publik terhadap Suderajat bermula dari peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) saat ia berjualan di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Suderajat mengaku mengalami penganiayaan fisik dan intimidasi oleh oknum aparat TNI dan Polri.

“Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” kata Suderajat, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, hingga kini sebagian aparat yang melakukan kekerasan tersebut belum menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Polisi sama TNI yang mukulin saya belum minta maaf sama saya. Kayak (seperti) anjing, saya diseret-seret, disabet apa semuanya. Trauma. Pusing pala saya pak,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Sadis! Mahasiswi UIN Suska Riau Ditebas Kampak Jelang Sidang Skripsi

Suderajat sempat ditahan sebelum akhirnya dilepaskan.

Ia menyebut pihak kepolisian memberikan permintaan maaf serta kompensasi sebesar Rp 300.000.

Namun, menurutnya, kerugian yang dialami jauh lebih besar karena dagangan rusak dan ia mengalami kekerasan fisik.

Kontroversi es gabus

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga ke call center 110 terkait dugaan es gabus yang dijual Suderajat mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), bahan yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci.

Video interogasi Suderajat kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menuding es gabus berbahaya bagi kesehatan meski belum ada hasil uji laboratorium.

“Kenapa kamu jual?” tanya Heri kepada Suderajat dalam video tersebut.

“Kalau berhenti (jualan) anak bini makan apa?” jawab Suderajat.

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
thumb
A

Redaksi

19/03/2026

Wada’an Ya Ramadhan..
thumb
A

Redaksi

19/03/2026

Wada’an Ya Ramadhan..
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya