Donald Trump belum mengesampingkan kemungkinan serangan setelah penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari.
Iran akui jumlah korban tewas mencapai ribuan dalam gelombang protes tersebut.
Saat ini, sebuah kelompok serang Angkatan Laut AS yang digambarkan Trump sebagai “armada besar” yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bersembunyi di perairan Timur Tengah.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia.
































































































